×
Ad

Ini Satu-satunya Karyawan yang Bertahan Sejak Apple Didirikan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 02 Jul 2026 22:24 WIB
Ini Satu-satunya Karyawan yang Bertahan Sejak Apple Didirikan. Foto: Vnexpress
Jakarta -

Chris Espinosa, yang dipekerjakan oleh Steve Jobs pada usia 14 tahun, menjadi satu-satunya karyawan Apple yang bekerja terus-menerus sepanjang setengah abad sejarah perusahaan tersebut.

Apple merayakan hari jadinya yang ke-50 pada 1 April, diawali tahun 1976 ketika Steve Jobs dan Steve Wozniak mendirikan Apple Computer di garasi milik Jobs di Cupertino, California, AS.

Selama lima dekade, Apple menjadi salah satu perusahaan paling berharga dengan nilai pasar mendekati USD 4 triliun, laba tahunan melebihi USD 100 miliar, dan 2,5 miliar perangkat digunakan secara global. Espinosa, kini berusia 64 tahun dan merupakan karyawan kedelapan Apple, menjadi saksi mata kebangkitan tersebut.

"Itu adalah masa yang penuh dengan harapan besar sekaligus kekhawatiran luar biasa. Punya ide hebat, memulai perusahaan, lalu gagal menemukan pelanggan dan bangkrut, atau tidak mampu mengelola pertumbuhan dan berujung bangkrut, itu sudah menjadi aturan main lumrah saat itu," cetusnya.

Direkrut pada Usia 14 Tahun

Jobs, Wozniak, Espinosa, dan beberapa karyawan awal lainnya bersekolah di Homestead High School di Cupertino dan saling terhubung melalui Homebrew Computer Club di Menlo Park.

Di 1976, Espinosa bertemu Jobs di Byte Shop, toko komputer di California. Di sanalah ia direkrut untuk menulis software bagi Apple II menggunakan bahasa pemrograman BASIC. Produk tersebut di kemudian hari menjadi salah satu komputer pribadi pertama yang diadopsi luas.

"Saat itu sungguh sangat menyenangkan, karena itulah masa di mana orang-orang baru mulai membangun seluruh industri ini dari nol," kata Espinosa.

Dari 1978 hingga 1981, ia menghentikan sementara pekerjaan penuh waktu di Apple untuk kuliah di University of California, Berkeley. Namun, ia tetap bekerja paruh waktu, termasuk menulis manual pengguna setebal lebih dari 200 halaman untuk Apple II. Di 1981, Jobs membujuknya meninggalkan kuliah dan kembali bekerja full time.

Tahun 1985, Jobs meninggalkan Apple setelah berkonflik dengan pimpinan perusahaan dan CEO saat itu, John Sculley. Kepergian ini memicu periode di mana Apple kehilangan arah. Selama tahun-tahun tersebut, Apple melakukan PHK berulangkali, namun Espinosa selalu lolos.

Manajernya kemudian memberitahu ia tetap dipertahankan karena masa kerjanya yang panjang membuat biaya pesangon terlalu mahal bagi perusahaan.

"Saya sempat bertanya-tanya apa yang harus saya lakukan, karena saya tidak punya gelar sarjana dan hanya pernah bekerja di satu perusahaan. Namun saya sudah ada di sini sejak kami pertama kali menyalakan lampunya. Mungkin sebaiknya saya tetap di sini sampai kami memadamkannya."" ujar Espinosa.

Espinosa menyebut tahun 1997 sebagai titik balik, yakni ketika Jobs kembali. Saat ini, Espinosa bekerja di bagian sistem operasi untuk Apple TV. Sebanyak 2.000 lembar saham yang diberikan Wozniak padanya tak lama setelah Apple go public tahun 1980 kini bernilai hampir USD 57.000 per lembar, yang jika ditotal mencapai USD 114 juta.



Simak Video "Video: Sam Sung Ex Karyawan Apple Putuskan Resign dan Ganti Nama"

(fyk/fyk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork