MacBook Neo sudah mulai dipesan 15 Mei lalu dan akan dijual pada 22 Mei. Foto: Adi FR/detikINET
Apple menghadirkan MacBook Neo dalam empat pilihan warna: Silver, Blush, Citrus, dan Indigo. Varian Citrus jadi yang paling mencuri perhatian karena tampil cerah, fresh, dan memberi kesan lebih playful dibanding MacBook generasi sebelumnya. Foto: Adi FR/detikINET
Apple memberikan aksesori berupa kabel data USB-C, adaptor 20W dan kerta petunjuk penggunaan. Foto: Adi FR/detikINET
Layar Liquid Retina 13 inch milik MacBook Neo terlihat tajam dengan resolusi 2408 x 1506 piksel. Warna yang dihasilkan juga terlihat nyaman di mata untuk streaming maupun editing ringan. Foto: Adi FR/detikINET
Tingkat brightness hingga 500 nits membuat layar MacBook Neo masih nyaman dipakai di area terang. Cocok buat yang sering kerja di kafe atau dekat jendela. Foto: Adi FR/detikINET
MacBook Neo hadir dengan desain aluminium unibody yang tipis dan ringan. Bobotnya hanya 1,23 kg, bikin laptop ini terasa nyaman dibawa kerja atau nongkrong seharian. Foto: Adi FR/detikINET
Warna Citrus jadi salah satu daya tarik utama MacBook Neo. Nuansanya cerah, unik, dan terasa beda dibanding warna laptop Apple kebanyakan. Foto: Adi FR/detikINET
MacBook Neo punya dimensi ringkas 297,5 x 206,4 x 12,7 mm sehingga mudah dimasukkan ke tas. Di sisi kiri tersedia dua port USB-C untuk charging dan konektivitas. Ada pula jack audio 3,5 mm dan speaker. . Foto: Adi FR/detikINET
Apple menyematkan dua port USB-C di MacBook Neo. Meski minimalis, port ini sudah cukup untuk kebutuhan charging dan koneksi perangkat harian. Foto: Adi FR/detikINET
Dual speaker dengan Spatial Audio menghasilkan suara yang terasa luas untuk ukuran laptop tipis. Nonton film jadi lebih seru tanpa speaker tambahan. MacBook Neo sudah mendukung Wi-Fi 6E dan Bluetooth 6.0. Koneksi internet dan aksesori wireless terasa lebih stabil dan modern. Foto: Adi FR/detikINET
Keyboard MacBook Neo tetap memakai Magic Keyboard yang empuk dan presisi, dipadukan dengan Force Touch trackpad berukuran luas yang responsif. Mengetik artikel panjang maupun navigasi terasa nyaman dipakai berjam-jam. Touch ID hadir di varian 512 GB. Fitur ini memudahkan login dan transaksi tanpa perlu repot memasukkan password terus-menerus. Foto: Adi FR/detikINET
MacBook Neo ditenagai chip Apple A18 Pro dengan CPU 6-core dan GPU 5-core. Untuk kebutuhan harian, performanya terasa responsif dan gesit bahkan untuk edit video 4K di CapCut. Dukungan Neural Engine 16-core membuat MacBook Neo siap menjalankan fitur Apple Intelligence. Ini jadi nilai plus untuk laptop entry-level Apple. Foto: Adi FR/detikINET
RAM 8 GB unified memory memang bukan yang terbesar, tapi masih cukup nyaman untuk multitasking ringan dan penggunaan sehari-hari. Apple menyediakan opsi storage SSD 256 GB dan 512 GB. Kendati kapasitas ini tidak bisa di-upgrade, pengguna bisa memanfaatkan layanan iCloud+ dengan harga langganan mulai dari Rp 15.000 Foto: Adi FR/detikINET
Kamera FaceTime HD 1080p di MacBook Neo cukup tajam untuk meeting online. Hasil video call terlihat lebih bersih dibanding webcam laptop murah kebanyakan. Foto: Adi FR/detikINET
Daya tahan baterai jadi salah satu nilai jual utama MacBook Neo. Apple mengklaim laptop ini bisa dipakai hingga 16 jam untuk streaming video. Foto: Adi FR/detikINET
MacBook Neo cocok dipakai berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah, remaja, mahasiswa, hingga pekerja kantoran. Bobot ringan, baterai awet, dan performanya yang kencang membuat laptop ini nyaman untuk belajar, kerja, maupun hiburan sehari-hari. Foto: Adi FR/detikINET
MacBook Neo sudah menjalankan macOS Tahoe terbaru dengan dukungan Apple Intelligence. Integrasinya dengan iPhone, iPad, dan AirPods juga terasa mulus lewat fitur Continuity yang memudahkan pindah kerja antar perangkat Apple. Foto: Adi FR/detikINET
Dengan harga mulai Rp 10 jutaan, MacBook Neo terasa seperti pintu masuk paling menarik ke ekosistem Apple saat ini. Foto: Adi FR/detikINET