Meta merilis model kecerdasan buatan besar pertamanya sejak perekrutan mahal Alexandr Wang dari Scale AI sembilan bulan lalu, seiring upaya induk perusahaan Facebook tersebut bersaing di pasar AI yang saat ini didominasi OpenAI, Anthropic, dan Google.
Diberi nama Muse Spark, model AI ini adalah yang pertama dari seri Muse. Pengembangnya adalah Meta Superintelligence Labs, unit AI yang dipimpin Wang. Wang bergabung dengan Meta bulan Juni sebagai bagian investasi senilai USD 4,3 miliar di Scale AI, di mana ia menjabat CEO.
Meta sangat ingin merebut kembali momentum di pasar AI yang sangat kompetitif menyusul debut mengecewakan dari model sebelumnya. Perilisan tersebut gagal memikat pengembang, sehingga membuat CEO Mark Zuckerberg mengubah strategi.
"Sembilan bulan terakhir, Meta Superintelligence Labs membangun kembali tumpukan AI kami dari awal, bergerak lebih cepat daripada siklus pengembangan mana pun yang pernah kami jalankan sebelumnya," kata Meta yang dikutip detikINET dari CNBC.
"Model awal ini sengaja dirancang agar kecil dan cepat, namun cukup mumpuni untuk menalar pertanyaan-pertanyaan kompleks di bidang sains, matematika, dan kesehatan. Ini adalah fondasi kuat, dan generasi berikutnya sudah dalam tahap pengembangan," imbuhnya.
Meta tidak memposisikan Muse Spark sebagai model AI papan atas, melainkan menyoroti efisiensi dan performa kompetitif dalam berbagai tugas. Meta belum mampu menembus pasar model AI secara signifikan dan pesaing utamanya telah melesat. OpenAI dan Anthropic kini secara kolektif bernilai lebih dari USD 1 triliun, dan teknologi Gemini milik Google semakin tenar.
Taruhannya sangat besar, karena pasar AI generatif global diperkirakan tumbuh lebih dari 40% setiap tahun, meroket dari sekitar USD 22 miliar pada 2025 menjadi hampir USD 325 miliar pada 2033, menurut laporan Grand View Research.
Meta terus meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur AI. Dalam laporan pendapatan terbaru, Meta mengatakan belanja modal terkait AI tahun 2026 akan berkisar antara USD 115 miliar hingga USD 135 miliar, hampir dua kali lipat capex tahun lalu.
Muse Spark akan bersifat eksklusif (proprietary), namun ada harapan untuk menjadikan model di masa mendatang sebagai open source. Mereka sebelumnya mengambil pendekatan open source untuk AI melalui model Llama.
Model baru ini sekarang menenagai asisten digital di aplikasi mandiri Meta AI dan situs web desktop. Muse Spark akan memulai debutnya dalam beberapa minggu mendatang di dalam Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, serta di kacamata Ray-Ban Meta AI.
Meta juga merencanakan agar Muse Spark pada akhirnya menggerakkan fitur video Vibes AI di aplikasi Meta AI. Layanan tersebut saat ini menggunakan model AI dari pihak ketiga seperti Black Forest Labs.
Dengan Muse Spark, pengguna aplikasi mandiri Meta AI dan situs web terkait akan dapat beralih di antara mode-mode tertentu, tergantung kerumitan prompt. Pengguna dapat mengetuk satu mode untuk mendapatkan jawaban cepat atas pertanyaan sederhana dan mode lainnya untuk kueri lebih rumit seperti analisis dokumen hukum.
Selain itu, mode Kontemplasi (Contemplating mode) akan diluncurkan bertahap untuk kueri dan tugas paling rumit. Meta AI yang telah dirombak dengan Muse Spark juga akan menyertakan mode Belanja yang akan dapat membantu pengguna membeli pakaian atau mendekorasi ruangan.
Simak Video "Video Top 5: TAEMIN Masuk Grammy Museum-Zuckerberg Jadi Penasihat Trump"
(fyk/fyk)