×
Ad

Petaka PHK Pukul 6 Pagi yang Pangkas 30 Ribu Karyawan Oracle

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 04 Apr 2026 11:40 WIB
Foto: Oli Scarff/Getty Images
Jakarta -

Raksasa teknologi Oracle telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya dalam sebuah pemangkasan besar-besaran. Bahkan dilaporkan PHK ini berdampak pada sekitar 30.000 pegawai secara global, di tengah upaya perusahaan mendanai lebih banyak infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini berpotensi menjadi PHK terbesar dalam sejarah perusahaan. Karyawan di AS, India, Kanada, Meksiko, dan beberapa negara laina mulai menerima email PHK dari 'Kepemimpinan Oracle' pada hari Selasa sekitar pukul 6 pagi waktu setempat dan langsung diputus aksesnya ke perusahaan.

Menurut laporan berita lokal, sekitar 12.000 karyawan Oracle di India telah kena PHK. Email pemberhentian dari Oracle kepada staf terdampak mengutip "perubahan organisasi lebih luas", yang dipandang sebagai ambisi raksasa teknologi tersebut membangun lebih banyak data center AI. Para karyawan itu tentu kena mental mendadak kena PHK.

"Setelah mempertimbangkan dengan saksama kebutuhan bisnis Oracle saat ini, kami telah mengambil keputusan untuk menghapus peran Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas. Oleh karena itu, hari ini adalah hari kerja terakhir Anda," demikian bunyi email tersebut.

Dikutip detikINET dari Independent, penyedia layanan cloud tersebut mempekerjakan 162.000 orang per Mei 2025, yang berarti pemangkasan ini dapat berdampak pada 18% dari total tenaga kerjanya.

"Setelah menandatangani dokumen pemutusan hubungan kerja, Anda akan berhak menerima paket pesangon yang tunduk pada syarat dan ketentuan dari rencana pesangon," tulis Oracle.

"Akses ke komputer, email, pesan suara, dan file Anda akan segera dinonaktifkan, dan Anda tidak akan dapat masuk ke komputer Anda," lanjut email tersebut.

PHK massal ini terjadi meskipun raksasa teknologi itu melaporkan kinerja kuartal terakhir yang baik, dengan pendapatan naik 22% serta hasil keuangan melampaui ekspektasi.

Namun beberapa bulan terakhir, saham perusahaan terus mengalami tren penurunan, anjlok hampir 25% sejak awal tahun, penurunan yang lebih besar dibandingkan seluruh perusahaan teknologi besar lainnya.

Analis menyebut perusahaan dapat memperoleh tambahan arus kas bebas hingga USD 10 miliar dengan memangkas 30.000 karyawan. Raksasa teknologi tersebut juga dilaporkan menguji coba program yang menggunakan agen AI untuk melakukan pekerjaan administrasi basis data rutin, pekerjaan yang sebelumnya butuh tim insinyur.



Simak Video "Video Buruh Kecewa Tak Ditemui Pihak Istana: Cuma Boleh Kirim Surat"

(fyk/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork