×
Ad

PC di Segmen Harga Ini Bakal Hilang Imbas Krisis RAM

Anggoro Suryo - detikInet
Rabu, 04 Mar 2026 12:50 WIB
Foto: Christian Petersen/Getty Images
Jakarta -

Segmen PC entry-level dengan harga di bawah USD 500 (sekitar Rp 7,8 juta dengan kurs Rp 15.600) diprediksi akan hilang pada 2028. Proyeksi itu disampaikan Gartner, yang menilai lonjakan harga memori akibat dorongan pasar AI membuat perangkat murah semakin tidak layak diproduksi.

Dalam laporan terbarunya, Gartner memperkirakan biaya gabungan DRAM dan solid-state drive (SSD) akan melonjak hingga 130% pada akhir 2026. Dampaknya, harga PC diprediksi naik 17% dibanding level 2025, sementara smartphone naik 13%.

Kenaikan biaya tersebut disebut akan menekan pengiriman global. Gartner memproyeksikan pengiriman PC turun 10,4% secara global, sedangkan smartphone turun 8,4% pada 2026.

Tekanan terbesar datang dari komponen memori yang porsinya dalam total biaya produksi (bill of materials/BOM) PC diperkirakan naik menjadi 23%, dari 16% pada 2025.

"Kenaikan tajam ini menghilangkan kemampuan vendor untuk menyerap biaya, membuat laptop entry-level dengan margin tipis menjadi tidak layak," tulis Gartner, seperti dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (3/3/2026).

Saat ini, PC tanpa GPU dedicated masih bisa ditemukan di bawah USD 500, umumnya menyasar pelajar atau pengguna yang membutuhkan perangkat untuk kerja ringan dan akses web. Namun dengan biaya komponen yang terus naik, kategori tersebut dinilai akan menyusut hingga akhirnya hilang.

Ranjit Atwal, Senior Director Analyst di Gartner, menyebut efek lanjutan dari situasi ini adalah menyempitnya pilihan perangkat di pasar. Ia mengatakan harga yang lebih tinggi akan membuat konsumen dan perusahaan menahan perangkat lebih lama, dan mengubah siklus upgrade.

Gartner memperkirakan umur pakai PC akan meningkat 15% untuk pembeli bisnis dan 20% untuk konsumen pada akhir 2026. Namun memperpanjang penggunaan perangkat lama berpotensi meningkatkan risiko keamanan dan tantangan pengelolaan sistem usang.

Dampak krisis memori juga mulai terasa di produk lain. Valve sebelumnya mengonfirmasi stok Steam Deck OLED menipis akibat masalah komponen dan harga. Beberapa vendor bahkan menawarkan laptop murah dengan klaim penyimpanan 1,2TB, meski 1TB di antaranya berupa langganan cloud satu tahun.



Simak Video "ASUS ROG XBOX Ally X: Handheld Gaming PC Terbaik Buat Gamer Berkelas, Bebas Main Tanpa Batas"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork