Meta diketahui menggelontorkan dana besar untuk meyakinkan publik Amerika Serikat agar menerima pembangunan data center baru. Sepanjang beberapa bulan terakhir 2025, perusahaan induk Facebook dan Instagram itu menghabiskan sekitar USD 6,4 juta untuk kampanye iklan yang tayang di berbagai kota, dari Sacramento hingga Washington.
Menurut laporan New York Times, kampanye ini dikemas dalam bentuk video pendek bernuansa sederhana yang menyoroti keberadaan data center Meta di Altoona, Iowa, dan Los Lunas, New Mexico. Pesan utamanya jelas, data center disebut mampu menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan kembali komunitas pedesaan.
Dalam salah satu iklan, Altoona digambarkan sebagai kota kecil yang nyaris ditinggalkan warganya. Kehadiran data center Meta diceritakan membawa perubahan, mulai dari warga yang kembali berkumpul di rumah makan lokal hingga menghadiri pertandingan sepak bola sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pendekatan ini dinilai terlalu idealistis dan tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan. Meta juga bukan satu-satunya perusahaan yang berupaya membentuk opini publik, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (29/1/2026).
Financial Times melaporkan sejumlah operator data center besar seperti Digital Realty, QTS, dan NTT Data tengah menyiapkan kampanye tersendiri untuk membela pembangunan fasilitas baru di tengah meningkatnya penolakan masyarakat.
Tekanan terhadap industri ini semakin terasa setelah badai musim dingin baru-baru ini memperlihatkan rapuhnya jaringan listrik nasional. Sejumlah wilayah yang memiliki konsentrasi data center besar justru mengalami tekanan pasokan listrik, memicu kekhawatiran soal ketahanan infrastruktur energi.
Bagi Meta, Microsoft, dan Google, data center berskala besar menjadi tulang punggung pengembangan kecerdasan buatan. Namun, sentimen publik terhadap proyek-proyek ini terus memburuk. Berbagai komunitas lokal, lintas spektrum politik, menentang pembangunan data center karena khawatir terhadap lonjakan biaya listrik dan konsumsi air dalam jumlah besar.
Penolakan ini berdampak nyata, karena sejumlah proyek data center bernilai miliaran dolar dilaporkan tertunda atau dibatalkan di beberapa negara bagian, termasuk Oregon, Arizona, Missouri, Indiana, dan Virginia.
(asj/fay)

