Nvidia kini menjadi pelanggan terbesar TSMC, menggeser posisi Apple yang telah bertahan lebih dari satu dekade.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, dan menegaskan pergeseran besar pusat gravitasi industri semikonduktor dari perangkat mobile ke sistem kecerdasan buatan (AI), demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (26/1/2026).
Huang mengungkap hal itu dalam wawancara di podcast A Bit Personal with Jodi Shelton. Saat menanggapi cerita pendiri TSMC, Morris Chang, yang pernah mengenang janji Huang untuk menjadi klien besar.
"Morris akan senang mengetahui Nvidia sekarang adalah pelanggan terbesar TSMC," kata Huang.
Posisi tersebut sebelumnya dipegang Apple sejak TSMC menjadi produsen eksklusif chip iPhone dan iPad. Sebelum era dominasi mobile silicon, Nvidia sempat menjadi mitra penting TSMC pada awal 2000-an, sebelum akhirnya tersalip oleh lonjakan permintaan chip custom Apple.
Perubahan ini mencerminkan lonjakan ekonomi AI. Penyedia cloud dan perusahaan besar berlomba mengamankan GPU Nvidia untuk kebutuhan pusat data dan komputasi AI, mendorong pendapatan Nvidia sekaligus memaksa pabrik chip mengalihkan kapasitas produksi ke prosesor AI.
Sejumlah laporan menyebut TSMC berpotensi menaikkan harga produksi untuk Apple dan mengurangi prioritas pengiriman, meski belum dikonfirmasi resmi.
Beberapa hari setelah wawancara tersebut, Huang kembali menyoroti skala investasi AI dalam diskusi di World Economic Forum bersama CEO BlackRock, Larry Fink. Ia menggambarkan sistem AI global sebagai kue lima lapis, dimulai dari energi, semikonduktor, infrastruktur cloud, model AI, hingga lapisan aplikasi yang menghasilkan nilai ekonomi.
Menurut Huang, dunia saat ini berada di tahap awal pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia. Nilainya sudah mencapai ratusan miliar dolar dan diperkirakan akan membutuhkan investasi hingga triliunan dolar.
Pembangunan tersebut mencakup pembangkit listrik, pabrik chip, pusat data, hingga aplikasi khusus di sektor kesehatan, manufaktur, dan keuangan.
TSMC sendiri merencanakan sekitar 20 pabrik baru secara global, sementara perusahaan seperti Foxconn, Quanta, dan Inventec mengembangkan puluhan fasilitas perakitan sistem AI. Produsen memori seperti Micron, SK Hynix, dan Samsung juga meningkatkan investasi untuk memenuhi lonjakan permintaan.
Huang menambahkan, aliran modal ventura turut mencerminkan pergeseran ini. Sepanjang 2025, pendanaan startup berbasis AI mencapai salah satu level tertinggi, menandai kuatnya keyakinan pasar terhadap transformasi industri berbasis kecerdasan buatan.
Simak Video "Video CEO NVIDIA Kenalkan NVLink Fusion yang Percepat Komunikasi Antar-Chip AI"
(asj/asj)