Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Disebut Mau Bikin Pabrik RAM, Begini Klarifikasi Asus

Disebut Mau Bikin Pabrik RAM, Begini Klarifikasi Asus


Anggoro Suryo - detikInet

Ilustrasi RAM PC
Ilustrasi RAM PC. Foto: Dok. Crucial
Jakarta -

Nama Asus selama ini lekat dengan produk PC konsumer, mulai dari laptop, motherboard, kartu grafis, hingga smartphone. Namun belakangan, perusahaan asal Taiwan ini sempat dirumorkan akan melangkah jauh ke wilayah yang sama sekali baru: membangun bisnis foundry untuk memproduksi chip memori sendiri.

Rumor tersebut pertama kali mencuat dari sebuah laporan media luar negeri yang menyebut Asus berencana masuk ke pasar DRAM dan mulai memproduksi chip memori pada 2026. Bahkan disebutkan, Asus akan menyiapkan fasilitas manufaktur dan kapabilitas teknisnya paling lambat pada kuartal kedua tahun depan.

Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Asus. Kepada media Taiwan CNA, Asus menegaskan tidak memiliki rencana untuk berinvestasi dalam pembangunan pabrik memori atau memproduksi chip DRAM sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan mengakui pasar perangkat keras saat ini memang menghadapi tantangan besar, terutama akibat lonjakan permintaan dari sektor AI, tetapi hal itu tidak berarti Asus akan terjun menjadi produsen chip, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (1/1/2026).

ADVERTISEMENT

Alih-alih membangun foundry, Asus disebut akan tetap fokus pada strategi yang selama ini dijalankan. Perusahaan memilih memperkuat kerja sama dengan para pemasok memori, mengoptimalkan spesifikasi produk, serta meningkatkan manajemen siklus hidup perangkat untuk menghadapi kelangkaan chip yang dipicu ledakan AI.

Langkah ini dinilai lebih realistis. Para analis memperkirakan membangun fasilitas produksi memori yang benar-benar siap beroperasi membutuhkan waktu setidaknya dua tahun, itu pun dengan asumsi perusahaan sudah memiliki keahlian manufaktur dan portofolio kekayaan intelektual yang matang. Dalam jangka pendek, pabrik semacam itu hampir tidak akan membantu mengatasi krisis pasokan memori yang terjadi saat ini.

Selain itu, kondisi pasar dua tahun ke depan juga masih penuh ketidakpastian. Kekhawatiran soal potensi gelembung AI kian menguat, yang bisa berdampak pada valuasi perusahaan chip, pasar GPU, hingga ekonomi global. Bagi Asus, mengambil risiko besar dengan membangun pabrik chip di tengah situasi seperti ini tentu bukan keputusan ringan.




(asj/rns)







Hide Ads