Rampung 5%, Bogor Cyber Park Habiskan Rp 50 Miliar
- detikInet
Jakarta -
Pembangunan pusat riset teknologi informasi Bogor Cyber Park (BCP) telah menyerap dana sebesar Rp 50 miliar dari total anggaran Rp 400 miliar yang disuntikan investor lokal.Hal itu diungkap Komisaris PT Cyberindo Persada Nusantara, Dedi Yudianto, selaku pengelola BCP. Ia mengatakan kawasan yang mulai dibangun pada Agustus 2006 tersebut, ditargetkan selesai pada 2008 dan efektif beroperasi di 2009."Pembangunannya sekarang baru mencapai lima persen," ujar Dedi ketika ditemui di ruang kerjanya, di Gedung Jaya, Jakarta, Selasa (20/3/2007). Ia menguraikan dana sebesar Rp 50 miliar itu sudah digunakan untuk pembangunan awal seperti pembebasan lahan, pembangunan pagar pembatas, serta pengadaan alat-alat berat.Jalur Alternatif InternetMeski awalnya ditargetkan sebagai pusat pelatihan dan pengembangan seperti untuk aplikasi e-government pemerintah daerah, Dedi mengungkap, rencananya BCP juga akan dijadikan jalur alternatif untuk routing Internet.Menurut Dedi, pusat jaringan internet di Indonesia saat ini hanya terletak di gedung Cyber, Jakarta. "Masalahnya, kalau gedung Cyber mengalami gangguan semisal gempa, banjir, atau dibom, maka koneksi Internet Indonesia bisa lumpuh total, seperti kasus Taiwan," ujarnya.Dedi berpendapat, kota Bogor adalah tempat yang sesuai untuk pembangunan rute jaringan alternatif tersebut karena kondisi udara yang sejuk dan jarak yang tak terlalu jauh dari pusat jaringan di Jakarta. "Maka, sudah saatnya kita memiliki back up jaringan," tandasnya. Keterangan gambar: Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A. Djalil (paling kanan) melihat maket Bogor Cyber Park
(rou/nks)