'Software-Hardware Lokal Dapat Serap Anggaran'
- detikInet
Jakarta -
Dari anggaran belanja telekomunikasi seluruh operator di Indonesia sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 20 triliun, diyakini sebagian mampu diserap industri dalam negeri hingga Rp 2 triliun-Rp 3 triliun pada 2007 ini.Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika, Budi Darmadi, mengaku optimistis dapat menyerap anggaran belanja tersebut."Tahun ini saja kami menargetkan menyerap 10%-15% dari anggaran belanja telekomunikasi, jadi sekitar Rp 2 triliun-Rp 3 triliun. Bahkan, kami menargetkan bisa mencapai 30% dalam 3-4 tahun ke depan," ujarnya ketika berbincang dengan detikINET di sela-sela acara Telematika Kadin 2007, di hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (20/2/2007).Penyerapan tersebut, menurut Budi, bakal diserap dari industri software dan hardware. Dari sisi software, menurutnya, industri nasional bisa menyuplai permintaan seperti paket software dan sistem integrasi. Sedangkan dari sisi hardware, lanjutnya, komponen yang mampu disediakan semisal modul dan semikonduktor.Budi berharap industri software dan hardware untuk telekomunikasi, tiap tahunnya meningkat 10% atau peningkatan sekitar US$ 2,8 miliar. Menurutnya, dari peningkatan tersebut, sisi komponen hardware masih mendominasi penyerapan terbesar dengan angka US$ 2 miliar. Sedangkan software baru sekitar US$ 800 juta.Untuk itu, ia menyiapkan beragam strategi untuk memajukan industri telematika dalam negeri dengan cara seperti, menciptakan klaster industri dan kolaborasinya, mengembangkan integrasi antara industri besar, menengah dan kecil, mengembangkan komunitas telematika di Indonesia, mendorong pasar domestik, serta mendukung pasar ekspor."Perlahan-lahan industri akan maju jika terus diberi kesempatan, karena kita tidak bisa langsung lari kencang. Kami optimis dalam 3-4 tahun ke depan, target penyerapan hingga 30% dapat tercapai," tukas Budi mantap.
(rou/dbu)