Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Enterprise Tech
Motorola Buka Pusat Riset di Asia
Enterprise Tech

Motorola Buka Pusat Riset di Asia


- detikInet

Taipei - Motorola akan membuka pusat penelitian baru di Asia, tepatnya di Cina dan Korea. Kedua fasilitas riset itu akan difokuskan pada pengembangan Internet, dengan sektor berbeda tentunya.Motorola sendiri secara resmi sudah membuka pusat riset "Things-to-Things" di Seoul, Korea Selatan baru-baru ini. Menyusul dioperasikannya pusat riset Broadband Wireless China Research Centre di Beijing, Cina awal minggu ini."Kami sedang meneliti solusi 'things-to-things' yang bisa menghubungkan dunia fisik ke Internet, dan memungkinkan miliaran perangkat, barang elektronik, jalan raya dan yang lainnya saling bekerjasama agar menjadi lebih sederhana," kata corporate vice president Motorola Iwona Turlik saat pembukaan pusat riset Motorola di Seoul.Mengenai investasi, seperti diberitakan salah satu media lokal Korea, Motorola akan menanamkan US$ 40 juta atau sekitar Rp 365 miliar (US$ 1 = Rp 9.147) selama empat tahun ke depan untuk mengembangkan pusat riset itu.Lebih lanjut, salah satu program pertama yang akan digarap adalah jaringan sensor universal berbasis teknologi wireless networking ZigBee. Riset ini juga akan diperkuat melalui kerjasama dengan Electronics and Telecommunications Research Institute (ETRI) Korea yang disponsori pemerintah."Kerjasama ini menjanjikan perubahan yang lebih baik dalam hal konektivitas Internet ke dunia fisik," tutur Jong-suk Chae dari ETRI dalam pernyataan resminya, seperti dikutip detikINET dari vnunet, Senin (20/11/2006).Sementara itu di Beijing Cina, pusat riset Motorola akan difokuskan pada pengembangan teknologi murah mobile broadband generasi berikutnya."Wireless broadband merupakan 'jembatan' ideal antara Internet dan jaringan telekomunikasi. Ini akan membuka peluang bisnis dan teknologi bagi Motorola dan perusahaan lain," ujar Ruey Bin Kao, president Motorola Cina.Di lain sisi, president divisi networks and enterprise Motorola Greg Brown mengatakan, pembukaan pusat riset di Cina merupakan kelanjutan strategi Motorola untuk mengembangkan Cina sebagai basis produksi dan R&D."Saat ini Motorola memiliki hampir 3.000 orang engineer yang bekerja di 18 pusat R&D di Cina," papar Brown lagi. (dwn) (dewidya/dewidya)





Hide Ads