Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pasca Kudeta Militer Thailand
SingTel Tetap Investasi di Asia Tenggara
Pasca Kudeta Militer Thailand

SingTel Tetap Investasi di Asia Tenggara


- detikInet

Singapura - Pasca kudeta militer di Thailand, Singapore Telecommunications (SingTel) mengatakan akan terus berinvestasi di Asia Tenggara. Ketidakpastian politik di Thailand tak akan mempengaruhi strategi investasi SingTel.Hal itu diungkapkan CEO SingTel yang baru, Chua Sock Koong, saat konferensi pers dan dikutip detikINET dari AFP, Jumat (22/09/2006).Perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara itu, menurut Chua, selalu memperhitungkan risiko investasi baik di Thailand dan pasar berkembang lainnya."Kami menyadari risiko apapun ketika berinvestasi di luar negeri, termasuk insiden di Thailand. Insiden tersebut tak akan mempengaruhi pendekatan investasi kami. Kami akan terus berinvestasi di luar negeri," tandas Chua.Operator seluler SingTel di Thailand, Advanced Info Service (AIS), diharapkan Chua bisa memberikan performa yang kuat meskipun perekonomian di Thailand mungkin sedang gonjang-ganjing. SingTel menguasai 21,4 persen saham di AIS, dengan pangsa pasar 52 persen."Kami terus mengamati situasi di Thailand, tapi kami yakin AIS secara fundamental merupakan perusahaan yang sangat kuat dan kami yakin pada performanya," kata Chua.Performa SingTel memang cukup mencengangkan. Hingga akhir Juni lalu, operator seluler asal Singapura itu mempunyai 92 juta pelanggan. Dan salah satu penyumbang terbesarnya adalah Indonesia melalui Telkomsel.Selain di Indonesia dan Thailand, SingTel juga memiliki saham di Globe Telecom di Filipina dan di Pacific Bangladesh Telecom Limited (PBTL). (dwn) (dewidya/dewidya)





Hide Ads