Enterprise Tech
BHTV Dukung Ekspor TI USD 30 Miliar per 2010
- detikInet
Bandung -
Salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada hutang luar negeri, adalah dengan menjalankan program ekonomi yang jitu. Program ekonomi tersebut haruslah yang berbasiskan pada pengetahuan, teknologi dan kreatifitas. Demikian seperti disampaikan oleh Budi Rahardjo, ketika mengisi acara diskusi bulanan komunitas Bandung High Tech Valley (BHTV) yang kali ini berlokasi di kantor Izi, Jalan Ambon - Bandung, Kamis (17/8/2006). Salah satu aktifitas ekonomi yang sekaligus dapat berbasiskan pada tiga hal tersebut, antara lain adalah industri teknologi informasi (TI)."Target nilai ekspor TI Indonesia yang ideal adalah sebesar USD 30 miliar per tahun, pada 2010 nanti," papar Budi, mengutip hasil studi McKinsey yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan beberapa tahun silam.BHTV, menurut Budi, adalah salah satu inisiatif aktifitas ekonomi yang kala itu turut menjadi usulan program untuk mencapai target tersebut. "Beberapa informasi terkait dengan BHTV, dapat diakses di situs www.bhtv.info," tambahnya.Pada intinya, inisiatif BHTV adalah membangun sebuah koridor industri TI ataupun yang berbasis TI, sepanjang Cilegon - Jakarta - Cikampek - Purwakarta - Padalarang - Bandung."Inisiatif BHTV melihat bahwa proses transaksi bisnis tetap terjadi di Jakarta. Sedangkan untuk hal yang terkait dengan proses kreatif dan riset TI dapat lebih berjalan di Bandung," ujarnya kepada detikINET, Jumat (18/8/2006)."Dan pastinya, kita harus berpikir bahwa yang namanya industri TI, semisal software, yang utama haruslah ditujukan untuk pasar ekspor," saran Budi. Untuk itulah, tambahnya, inisiatif BHTV akan terus mengupayakan berbagai wacana dan wahana yang dapat membantu peningkatan kapasitas ekspor TI. Rencana diskusi bulanan BHTV berikutnya juga akan diadakan di Bandung, dengan tempat dan waktu yang ditentukan kemudian.Adapun diskusi BHTV yang diikuti oleh sekitar 30-an orang pada Kamis lalu tersebut dihadiri pula oleh para sesepuh dan pendiri Yayasan BHTV, yaitu Armien Langi, Dimitri Mahayana dan T.A. Sanny. Mereka turut urun rembug berdiskusi dan berbagi informasi terkait dengan pengembangan bisnis TI secara global.Beberapa program kerja BHTV sepanjang 2006 juga turut dipaparkan. Beberapa diantaranya adalah pengembangan kompetensi sumber daya manusia, membuat daftar perusahaan TI, mengusahakan adanya kemudahan aturan dan ketersediaan insentif bagi pendirian perusahaan TI di regional Bandung. "Dengan demikian investor juga akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan TI di kawasan BHTV. Dengan demikian industri TI Indonesia pada umumnya akan berkembang dengan cukup pesat," tandas Budi Rahardjo.(dbu)
(donnybu/)