Regulator Hindari Makelar Lisensi

Isu Win Dibeli ZTE

Regulator Hindari Makelar Lisensi

- detikInet
Senin, 14 Agu 2006 07:55 WIB
Jakarta - Mengutip media online Cina, Sohu, sejumlah media nasional memberitakan bahwa vendor telekomunikasi asal Cina, ZTE berencana membeli saham operator Indonesia, PT Wireless Indonesia (WIN) yang ada di bawah Sinar Mas Grup (SMG).Sohu melansir bahwa ZTE telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan SMG, mencakup investasi sebesar US$ 200 juta. Selain untuk membeli 51 persen saham PT WIN, investasi tersebut juga ditujukan unutk membangun jaringan CDMA. Namun, seperti dilansir harian Bisnis Indonesia, pihak SMG belum memberi konfirmasinya.Menanggapi hal tersebut, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan, pihaknya akan mendalami informasi mengenai rencana ZTE tersebut untuk menghindari praktek-praktek makelar lisensi.Dalam peta telekomunikasi di Indonesia, WIN diketahui memiliki lisensi frekuensi di pita 1900 MHz yang berdampingan dengan Primasel. Menurut Heru, sebagai kelanjutan dari penataan frekuensi di 1900 MHz untuk keperluan implementasi telekomunikasi generasi ketiga (3G), WIN tergusur dari frekuensi yang dimiliknya dan regulator menyarankan agar WIN dan Primasel membentuk satu entitas. "Kita mendorong WIN merger dengan Primasel yang punya frekuensi, jadi kalaupun mau dibeli (oleh ZTE), WIN akan hilang (melebur jadi satu dengan Primasel-red)," ujar Heru kepada detikINET.Heru menilai, informasi seputar pembelian saham WIN oleh ZTE masih belum dapat disimpulkan kepastiannya. Mencoba membaca sepak terjang ZTE, Heru memperkirakan bahwa pembelian saham WIN kemungkinan merupakan strategi ZTE menjadi bagian Primasel. "Primasel sekarang mempersiapkan layanan di Surabaya dan Malang," kata Heru.Namun, jika memang strategi ZTE adalah mencoba masuk ke Primasel, hal itu justru melanggar ketentuan di modern licensing yang melarang perubahan pemegang saham dalam waktu dua tahun setelah lisensi frekuensi diberikan. "Kalau WIN mau jadi bagian Primasel, kita lihat lagi (langkah ZTE membeli saham WIN). Ini untuk menghindari praktek-praktek makelar lisensi," tandasnya. (nks)

(ketepi/)