Google PHK 12 Ribu Karyawan Ternyata Perintah Investor

Google PHK 12 Ribu Karyawan Ternyata Perintah Investor

ADVERTISEMENT

Google PHK 12 Ribu Karyawan Ternyata Perintah Investor

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 24 Jan 2023 09:15 WIB
Google logo is seen during the reopening of Google office in a historical building at the Main Square in Krakow, Poland on November 29, 2022. After nearly seven years of absence, Google reopened in Krakow hiring engineers which together with hub in Warsaw will create the largest center in Europe dealing with Google Cloud computing services. (Photo by Beata Zawrzel/NurPhoto via Getty Images)
Google PHK 12 Ribu Karyawan Ternyata Perintah Investor. Foto: Beata Zawrzel/Getty Images
Jakarta -

Induk Google, Alphabet, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 12.000 karyawan. Keputusan ini konon atas perintah dari investor.

Hal tersebut terungkap lewat surat yang viral di internet. Surat tersebut dikirimkan pendiri sekaligus CEO The Children's Investment Fund Management (TCI) Christopher Hohn kepada CEO Alphabet Sundar Pichai.

Dalam surat yang dikirim 15 November 2022, Hohn meminta Pichai merumahkan karyawan Alphabet. Sang miliarder mendesaknya untuk meniru langkah-langkah pemotongan biaya yang dilakukan oleh pesaingnya, seperti Meta, Amazon dan Microsoft.

"Kami menulis untuk mengungkapkan pandangan kami bahwa basis biaya Alphabet terlalu tinggi dan manajemen perlu mengambil tindakan agresif. Perusahaan memiliki terlalu banyak karyawan dan biaya per karyawan terlalu tinggi." tulisnya dalam surat,

Menurut Hohn, Alphabet Inc mempekerjakan hampir 187.000 staf pada akhir kuartal ketiga, telah menggandakan jumlah staf sejak 2017, dengan jumlah karyawan tumbuh 20% setiap tahun selama periode tersebut.

"Pertumbuhan ini berlebihan, baik dalam kaitannya dengan sejarah pertumbuhan jumlah karyawan maupun kebutuhan bisnis," kata Hohn. "Percakapan kami dengan mantan eksekutif Alphabet menunjukkan bahwa bisnis dapat dioperasikan secara lebih efektif dengan jumlah karyawan yang jauh lebih sedikit."

Surat empat halaman itu turut menyoroti soal gaji. Menurutnya Alphabet menawarkan kepada karyawan "gaji tertinggi di Silicon Valley".

Tahun lalu, kompensasi rata-rata untuk karyawan Alphabet pada umumnya adalah USD 295.884 menurut pengajuan ke Securities and Exchange Commission (SEC), kata surat itu. Ini adalah 67% lebih tinggi daripada saingan Alphabet Microsoft dan 153% lebih tinggi dari 20 perusahaan teknologi terbesar di AS, menurut analisis oleh S&P Global.

"Tidak ada pembenaran untuk perbedaan yang sangat besar ini," kata Hohn, yang menambahkan bahwa ilmuwan dan insinyur komputer yang dapat memerintahkan paket gaji tertinggi hanya mewakili "sebagian kecil" dari basis karyawan. "Banyak karyawan melakukan pekerjaan penjualan umum, pemasaran, dan administrasi, yang harus diberi kompensasi sesuai dengan perusahaan teknologi lainnya."

Surat Investor ke GoogleSurat Investor ke Google Foto: TikTok

Selang dua bulan dari surat itu, Alphabet akhirnya mengeluarkan pengumuman melakukan PHK terhadap 12 ribu pegawainya, atau sekitar 6% dari total pegawainya di seluruh dunia.

"Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan yang membawa kita ke sini," kata Pichai dalam memo tersebut.

Sedikit informasi, ini bukan pertama kalinya Christopher Hohn mengirimkan surat kepada CEO Google. Pada November 2022, TCI Fund Management mengirimkan surat terbuka kepada raksasa teknologi itu menuntut pemutusan hubungan kerja untuk bertahan dari krisis ekonomi.

TCI Fund Management sendiri berbasis di London, Inggris, didirikan oleh Christopher Hohn pada tahun 2003. TCI Fund Management memiliki 0,27 persen saham Alphabet Inc, yang bernilai hampir USD 6 miliar. Perusahaan investasi dilaporkan mulai mengumpulkan saham di perusahaan teknologi pada tahun 2017.

[Gambas:Youtube]



Simak Video: Google Pangkas 6% Karyawan Secara Global

[Gambas:Video 20detik]



(afr/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT