Ujian TOEFL Berbasis Internet Persulit Praktik Kecurangan
- detikInet
Jakarta -
The Indonesian International Education (IIEF) dan International Test Centre (ITC) menggelar program ujian sertifikasi internasional kemahiran Bahasa Inggris (TOEFL) berbasis internet. Ujian versi online ini, diklaim akan mempersulit praktik kecurangan untuk mendapatkannya."Karena akan ada banyak prosedur yang akan menyulitkan, bila dia menggunakan joki. Kami jamin, joki itu hanya akan bisa masuk sampai test center saja, tapi tidak sampai ke tempat ujian," ujar Jenny Lee, Program & Marketing Director ITC, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (9/8/2006).The Test of English as a Foreign Language atau TOEFL adalah ujian tentang tingkat kemahiran seseorang dalam berbahasa Inggris dalam konteks akademis berskala internasional. TOEFL biasanya digunakan sebagai salah satu syarat untuk dapat diterima pada perguruan tinggi di luar negeri.Awalnya, menurut Head of Program IIEF Diana K. Jahja, ujian berbasis internet itu digelar karena banyaknya keluhan dari universitas di luar negeri tentang rendahnya mutu Bahasa Inggris para pelajar Indonesia, meski nilai TOEFL yang diperoleh mereka termasuk memuaskan. "Oleh sebab itu, TOEFL versi ini akan lebih sulit dari versi Paper Based Test. Lagipula, selain harus menguasai Bahasa Inggris dengan baik, calon mahasiswa itu dituntut untuk bisa familiar dalam pengoperasian komputer," jelasnya.Format ujian Internet Based Test (IBT) ini merupakan generasi TOEFL yang ketiga. Awalnya, ujian sertifikasi itu menggunakan Paper Based Test (PBT) dan kemudian Computer Based Test (CBT). Pada IBT, materi yang diujikan sedikit berbeda ketimbang CBT. Ujiannya kini terdiri dari empat komponen, yakni Listening, Reading, Speaking, dan Writing. Disitu, komponen Structure yang biasanya ada pada CBT, diganti dengan komponen Speaking."Hal itu tentu akan menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia yang selama ini pasif menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi," ujar Diana.Selain itu, dari segi penilaian pun berbeda antara IBT dan test TOEFL sebelumnya. Bila dulu nilai maksimal yang bisa diperoleh sebesar 677 dan minimal 550, kini dengan IBT nilai maksimal menjadi 120 dan minimal untuk lulus 100.IIEF dan ITC sendiri merupakan perwakilan resmi dari Education Testing Service (ETS), organisasi independen yang membuat dan mengembangkan ujian TOEFL yang berpusat di Princeton, Amerika Serikat.Hingga saat ini, kolaborasi antara keduanya sudah memiliki delapan Test Center. Jenny menargetkan, hingga akhir 2006 ini, jumlah Test Center IBT bisa berkembang menjadi 40-an. Dan di tahun berikutnya, 2007, jumlahnya bertambah lagi menjadi 200-an.Untuk menjalankan testing center, lanjut Jenny, diperlukan sambungan leased line sebesar 512 Kbps untuk koneksi internet yang baik. Itu dikarenakan, materi ujian yang ditawarkan diambil langsung secara acak dari server data di Princeton, Amerika Serikat. (rou)
(rouzni/)