Raksasa Teknologi China Pecat Ratusan Pegawai, Ada yang Dipenjara

Raksasa Teknologi China Pecat Ratusan Pegawai, Ada yang Dipenjara

ADVERTISEMENT

Raksasa Teknologi China Pecat Ratusan Pegawai, Ada yang Dipenjara

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 18 Jan 2023 05:40 WIB
Jakarta -

Tencent, raksasa teknologi China, mengumumkan bahwa mereka telah memecat lebih dari 100 pegawai karena melanggar aturan perusahaan. Sebagian bahkan dilaporkan ke polisi dan dinyatakan bersalah atas kasus suap, kemudian dijebloskan ke dalam bui.

Tencent yang didirikan oleh Ma Huateng atau biasa dipanggil Pony Ma, adalah pembuat video game top dunia dan pemilik WeChat, aplikasi super populer di Negeri Tirai Bambu. Namun belakangan mereka agak mengalami kesulitan lantaran tekanan pemerintah China pada sektor teknologi yang dimulai akhir 2020.

Dalam pernyataannya, Tencent yang membukukan penurunan pendapatan triwulanan kedua berturut-turut mengatakan bahwa ada lebih dari 100 karyawan bersalah karena melanggar kebijakan anti penipuan sehingga mereka dipecat.

"Terkait korupsi dan penipuan di dalam perusahaan, Tencent terus memperkuat penumpasan dan menyelidiki serta menangani serangkaian pelanggaran. Jumlah kasus dan personel yang diselidiki dan ditangani sepanjang 2022 meningkat dibandingkan 2021," sebut Tencent yang dikutip detikINET dari Bangkok Post.

Mereka yang dipecat menggelapkan dana perusahaan dan menerima suap, sebagian dirujuk ke polisi dan beberapa dinyatakan bersalah di pengadilan. Sebagian yang dipecat dan dituduh melakukan korupsi adalah bagian divisi yang mengawasi konten, dari berita hingga olahraga dan film.

Namun ada juga yang bekerja di bisnis Tencent lainnya, termasuk komputasi awan dan fintech. Tencent memberi contoh salah satu karyawan dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Belum lama ini sang Pony Ma mengatakan dalam rapat internal bulan lalu bahwa tingkat korupsi di perusahaan itu "mengejutkan", selain mengkritik para pegawai yang dianggapnya malas. Kini, sanksi pun diberlakukan.

(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT