Tiga Bos Xiaomi Mundur Gegara Permintaan HP yang Melemah

Tiga Bos Xiaomi Mundur Gegara Permintaan HP yang Melemah

ADVERTISEMENT

Tiga Bos Xiaomi Mundur Gegara Permintaan HP yang Melemah

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 26 Des 2022 11:15 WIB
Logo baru Xiaomi
Tiga Bos Xiaomi Mundur Gegara Permintaan HP yang Melemah Foto: Xiaomi
Jakarta -

Tiga eksekutif top Xiaomi mundur dari perusahaan karena penjualan ponsel yang melemah akibat melonjaknya kasus COVID-19 di China. Kemunduran ketiganya juga diumumkan tidak lama setelah Xiaomi memulai PHK.

Presiden Xiaomi Wang Xiang akan mundur dari posisinya pada 30 Desember mendatang. Jabatan Wang akan diisi oleh Lu Weibing yang saat ini bertugas memimpin sub-brand Redmi.

Dua co-founder Xiaomi Hong Feng dan Wang Chuan juga akan mengundurkan diri dari operasional sehari-hari perusahaan. Setelah keduanya mundur, Chairman Xiaomi Lei Jun akan menjadi satu-satunya co-founder yang tersisa dengan peran operasional di perusahaan.

"Xiaomi mencapai serah terima yang mulus dalam iterasi tongkat estafet," kata Lei Jun dalam surat internal yang dibagikan kepada karyawan Xiaomi, seperti dikutip dari Financial Times, Senin (26/12/2022).

Dalam suratnya, Lei Jun menambahkan Xiaomi saat ini sedang menghadapi banyak kesulitan tapi akan terus meningkatkan efisiensi operasional untuk bersaing dengan kompetitor.

"Kami akan meningkatkan investasi untuk riset dan pengembangan dan terus mendorong strategi kami untuk membuat produk high-end," imbuh Lei Jun.

Xiaomi sendiri baru saja memulai PHK karyawan di beberapa departemen, termasuk di bisnis ponsel flagship. PHK ini diklaim merupakan bagian dari optimisasi personel rutin dan perampingan organisasi.

Xiaomi menambahkan kurang dari 10% dari total karyawan yang akan terdampak PHK ini dan mereka yang diberhentikan akan menerima kompensasi sesuai dengan regulasi lokal. Per 30 September lalu, Xiaomi memiliki 35.314 pegawai, di mana 32 ribu di antaranya berbasis di China daratan.

Pendapatan Xiaomi turun 9,7% menjadi USD 9,8 miliar pada tiga bulan menjelang September, dengan profit yang turun hampir 60% dalam periode yang sama. Turunnya pendapatan Xiaomi dipengaruhi oleh melemahnya permintaan ponsel global dan menurunnya belanja konsumen di China.

Xiaomi mengatakan investasi sebesar 10 miliar Yuan untuk mengembangkan mobil listrik yang digelontorkan tahun lalu berperan meningkatkan pengeluaran untuk riset dan pengembangan.



Simak Video "Alasan Xiaomi 12T Pro Nggak Masuk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT