Ragam Program Hyperlocal Tokopedia yang Bikin Bisnis UMKM Kian Moncer

Ragam Program Hyperlocal Tokopedia yang Bikin Bisnis UMKM Kian Moncer

ADVERTISEMENT

Ragam Program Hyperlocal Tokopedia yang Bikin Bisnis UMKM Kian Moncer

Yudistira Imandiar - detikInet
Senin, 19 Des 2022 19:16 WIB
Ilustrasi inisiatif hyperlocal Tokopedia membantu UMKM untuk meningkatkan penjualannya.
Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Hasil riset yang dilakukan Tokopedia bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkap kontribusi inisiatif Hyperlocal Tokopedia mengatrol penjualan UMKM di berbagai daerah. Ada sejumlah program turunan dari inisiatif tersebut yang menstimulasi penjualan moncer UMKM.

Hyperlocal adalah inisiatif Tokopedia untuk mendekatkan penjual dan pembeli untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Teknologi yang dikembangkan Tokopedia memudahkan pembeli membeli barang dari penjual yang ada di daerahnya.

AVP of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia Trian Nugroho mengatakan UMKM lokal memegang peranan dalam peningkatan ekonomi digital. Namun, ia menyebut aktivitas ekonomi digital Indonesia saat ini masih terpusat di kota-kota besar. Sebagai gambaran, Jakarta menyumbang 17% terhadap PDB Indonesia.

"Mengusung teknologi geo-tagging, Hyperlocal telah memperluas cakupan transaksi penjual, mempermudah masyarakat menemukan toko terdekat, membuat transaksi lebih efisien karena ongkir lebih hemat, dan peningkatan eksposur UMKM lokal dengan potensi penjualan yang besar," jelas Trian dalam keterangan tertulis, Senin (19/12/2022).

Ada sejumlah keuntungan yang didapatkan pembeli dengan adanya Hyperlocal, antara lain ongkos kirim lebih murah, dan barang lebih cepat diterima. Di sisi lain, bagi penjual, inisiatif tersebut membantu mereka untuk mendapatkan lebih banyak pembeli.

Hyperlocal Tokopedia didukung dengan program-program yang dinilai efektif membantu penjualan UMKM. Salah satunya, program Kumpulan Toko Pilihan (KTP). Dalam program ini, Tokopedia menyediakan halaman promosi khusus bagi produk UMKM setempat yang telah dikurasi. Program yang sudah dijalankan di 14 kota se-Indonesia ini menerapkan teknologi geo-tagging untuk mendekatkan konsumen dengan produk UMKM setempat.

Tokopedia juga menggelar program Pasar Digital, hasil kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dan pemerintah daerah di sejumlah kota. Program yang diluncurkan pada April 2020 itu dijalankan untuk membantu pedagang pasar tradisional tetap beroperasi di tengah pandemi COVID-19. Caranya, yakni dengan memasarkan produk secara daring lewat Tokopedia sehingga produk mereka lebih mudah dibeli oleh pelanggan.

Untuk menggenjot penjualan UMKM, Tokopedia juga menggelar program Waktu Indonesia Belanja (WIB) Lokal. Festival belanja bulanan yang telah hadir sejak Juli 2020 itu berlangsung pada tanggal 25 hingga akhir bulan setiap bulannya. Dalam program ini, pelanggan bisa mendapatkan penawaran khusus untuk membeli produk dari UMKM yang ada di daerahnya.

Peneliti INDEF Nailul Huda menjelaskan rata-rata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal Tokopedia meningkat 147% pada 2020-2021 dibandingkan 2017-2019. Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta merupakan tiga kota dengan Hyperlocal Tokopedia yang memiliki indeks penjualan dan indeks omzet penjualan paling tinggi.

Surabaya mengalami peningkatan indeks penjualan dan index omzet penjualan masing-masing sebesar 194% dan 85%, Bandung 27% dan 100%, sedangkan Yogyakarta 148% dan 64%.

Riset ini juga menunjukkan rerata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal lebih besar lima kali lipat dibandingkan kota tanpa Hyperlocal pada 2017-2021. Sedangkan indeks omzet penjualan di kota dengan Hyperlocal meningkat 67% pada periode 2020-2021 dibandingkan 2017-2019.

"Di sisi lain, riset ini memotret kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi yang positif di berbagai kota dengan Hyperlocal Tokopedia, yang turut berkontribusi menjaga pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Surabaya (4,29%), Yogyakarta (5,09%) dan Semarang (5,16%) menjadi kota dengan kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi tertinggi dari 2020-2021," urai Huda.

Sepanjang 2019-2021, rerata persentase pertumbuhan ekonomi di kota tanpa Hyperlocal tercatat sebesar 1,26%, sedangkan di kota dengan Hyperlocal Tokopedia angkanya lebih tinggi, yaitu 2,78%.

"Inisiatif Hyperlocal Tokopedia mampu menahan peningkatan pengangguran agar tidak naik terlalu tajam imbas dari kondisi pandemi COVID-19. Secara statistik, inisiatif Hyperlocal Tokopedia mampu menahan laju peningkatan pengangguran," sebut Huda.

Inisiatif Hyperlocal Tokopedia juga disebut berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan. Kota-kota dengan Hyperlocal memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah sebesar 0,14% dibandingkan kota-kota tanpa Hyperlocal. Surabaya, Semarang dan Medan menjadi kota dengan tingkat penurunan kemiskinan terbesar setelah adanya program Hyperlocal.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT