Bisnis Seret, Operator Seluler Diminta Lirik Sektor Fintech

Bisnis Seret, Operator Seluler Diminta Lirik Sektor Fintech

ADVERTISEMENT

Bisnis Seret, Operator Seluler Diminta Lirik Sektor Fintech

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 30 Nov 2022 17:30 WIB
Ilustrasi fintech
Bisnis Seret, Operator Seluler Diminta Lirik Sektor Fintech Foto: istimewa
Jakarta -

Ketua Umum Indonesia Fintech Society Rudiantara menyindir pertumbuhan bisnis di sektor telekomunikasi yang seret dalam beberapa tahun terakhir. Padahal menurutnya ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh operator telekomunikasi.

Rudiantara mengungkap pertumbuhan bisnis telekomunikasi dalam tiga tahun terakhir tidak ada yang mencapai dua digit. Pertumbuhannya disebut kalah jauh dengan bisnis e-commerce.

"E-commerce itu tumbuhnya luar biasa. Tahun ini, kembali Google, Bain, dan Temasek menyampaikan ada USD 77 miliar GMV atau TPV, itu Rp 1.000 triliun lebih. Sedangkan industri telko kita termasuk internet, anggota APJII, dan sebagainya cuma Rp 200-an triliun," kata Rudiantara, Dalam diskusi virtual bertajuk 'Strategi Industri Digital Indonesia Hadapi Resesi Global', Rabu (30/11/2022).

Saat ini ada sekitar 230 juta pelanggan seluler di Indonesia dan Rudiantara memperkirakan ada sekitar satu miliar data pelanggan yang dikumpulkan oleh operator seluler. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu menyarankan operator untuk memanfaatkan data tersebut.

Rudiantara kemudian mencontohkan bagaimana di sektor keuangan bank dan pelaku fintech bisa melakukan profiling nasabah. Menurutnya, dengan data yang dimiliki operator seluler seharusnya bisa melakukan profiling dengan lebih baik untuk menyasar semua segmen pelanggan.

Ia juga mengajak operator seluler untuk memperluas bisnisnya dan tidak hanya fokus pada bisnis jaringan, terutama di era ekonomi digital. Salah satunya adalah dengan melirik bisnis fintech agar bisa memperkuat posisinya di ekosistem digital.

Tapi Rudiantara tidak menyarankan operator untuk terjun di dunia fintech dari nol karena regulasi yang sangat ketat. Untuk itu, sebaiknya operator menggandeng pemain fintech yang sudah ada.

"Kalau misalnya teman-teman seluler masuk ke fintech mencoba mencari license sebagainya, forget it. Karena dunianya berbeda, mindset-nya, capacity-nya berbeda yang dibutuhkan," kata Rudiantara.

"Yang saya sampaikan adalah teman-teman harus jadi bagian ekosistem secara keseluruhan jadi yang dilakukan adalah kolaborasi tanpa harus jadi pemain fintech," imbuhnya.



Simak Video "Jangan Ikut-ikutan Fenomena 'Galbay' Pinjol Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT