Skandal Selingkuh Bill Gates Bikin Microsoft Perketat Aturan Pelecehan

Skandal Selingkuh Bill Gates Bikin Microsoft Perketat Aturan Pelecehan

ADVERTISEMENT

Skandal Selingkuh Bill Gates Bikin Microsoft Perketat Aturan Pelecehan

Anggoro Suryo - detikInet
Kamis, 17 Nov 2022 08:45 WIB
NEW YORK, NY - MAY 2: The Microsoft logo is illuminated on a wall during a Microsoft launch event to introduce the new Microsoft Surface laptop and Windows 10 S operating system, May 2, 2017 in New York City. The Windows 10 S operating system is geared toward the education market and is Microsofts answer to Googles Chrome OS. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Microsoft memperketat aturan pelecehan seksual untuk menanggapi berbagai temuan dari ArentFox Schiff, firma hukum yang mereka pakai untuk mengevaluasi berbagai insiden pelecehan di perusahaan asal Redmond, Amerika Serikat tersebut.

Beberapa waktu ke belakang, Microsoft dilanda sejumlah skandal pelecehan seksual dan diskriminasi di lingkungan pekerjaan. Untuk itulah mereka menyewa saja ArentFox Schiff, yang kemudian membuahkan laporan setebal 50 halaman yang berisi bermacam rekomendasi aturan, yang bakal diimplementasikan mulai 30 Juni 2023.

Beberapa hasil temuan ini dipublikasikan oleh Microsoft lewat laman blog resminya, sebagai bagian dari komitmen mereka untuk mempublikasikan laporan tahunan terkait aturan diskriminasi gender dan pelecehan seksual yang mereka terapkan, termasuk jumlah insiden yang dilaporkan serta langkah yang sudah diambil.

Salah satu insiden yang ada dalam laporan tersebut adalah tudingan selingkuh yang menimpa pendiri sekaligus mantan CEO Microsoft Bill Gates dengan seorang karyawan perempuan Microsoft.

Gates sendiri mengundurkan diri dari dewan direksi Microsoft pada 2020, dan Wall Street Journal menyebut kalau pengunduran diri itu atas saran dari anggota dewan direksi lain, yang dilakukan sebelum temuan investigasinya diungkap ke publik.

Dalam laporan tersebut disebutkan Gates mengklaim kalau perselingkuhan itu dilakukan secara konsensual, atau atas dasar persetujuan dua pihak, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (16/11/2022).

Selama tahun 2019 sampai 2021, Microsoft disebut menerima 721 laporan, dan 453 di antaranya adalah laporan diskriminasi gender, dan 210 laporan terkait pelecehan seksual, dan 58 laporan pelecehan terkait gender.

Dalam laporan itu juga disebutkan tudingan kalau Microsoft menganakemaskan sejumlah eksekutif karena tak memberi hukuman yang layak atas pelanggaran yang mereka lakukan. Eksekutif yang dimaksud itu adalah co-creator HoloLens Alex Kipman dan eksekutif cloud Tom Keane, keduanya sudah mengundurkan diri pada pertengahan 2021 lalu.

"Dewan direksi menganggap serius investigasi ini dan menghasilkan laporan komprehensif yang menunjukkan hal yang bisa terus ditingkatkan, serta memperlihatkan pencapaian yang sudah kami kerjakan," kata CEO Microsoft Satya Nadella.



Simak Video "Momen Pertemuan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Bill Gates"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT