Enterprise Tech
Microsoft Jauhi Libanon, Intel Tetap di Israel
- detikInet
Jakarta -
Konflik di Timur Tengah, antara Israel dan Libanon, makin memanas. Perusahaan teknologi informasi Microsoft dan Intel pun ikut terkena dampaknya. Gara-gara konflik di Timur Tengah, Microsoft pun berhati-hati. Semua perjalanan karyawannya ke Israel atau Libanon diminta untuk dibatalkan, kantor Microsoft di Beirut pun ditutup sementara. "Kami mengharapkan penyelesaian konflik yang cepat dan damai untuk situasi yang sulit ini. Kami juga mengharapkan keamanan bagi semua yang terlibat," sebut pernyataan Microsoft yang dikutip detikINET dari Cnet, Rabu (19/07/2006).Di sisi lain, Intel memutuskan untuk tetap menjalankan operasi di Israel. Namun keamanan di fasilitas itu diperkuat. Karyawan Intel bisa memilih untuk menggunakan fasilitas yang 'diperkuat' atau bekerja dari rumah. (wsh)
(wicak/)