iPhone Terancam Langka Akibat Lonjakan COVID-19 di China

iPhone Terancam Langka Akibat Lonjakan COVID-19 di China

ADVERTISEMENT

iPhone Terancam Langka Akibat Lonjakan COVID-19 di China

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 01 Nov 2022 17:13 WIB
Suasana pabrik Foxconn
Keberadaan iPhone jadi terancam langka gegara lonjakan kasus COVID-19 di China (Foto: Scmp)
Jakarta -

Melonjaknya kasus COVID-19 di China sepertinya akan berdampak pada ketersediaan iPhone di seluruh dunia. Sebabnya produksi di pabrik iPhone terbesar di dunia diprediksi turun hingga 30%.

Reuters melaporkan, produksi iPhone di pabrik Foxconn di Kota Zhengzhou, China akan turun hingga 30% bulan depan. Untuk mengatasi penurunan ini, Foxconn mendongkrak produksi di pabrik keduanya yang berlokasi di Kota Shenzhen.

Pabrik Foxconn di Zhengzhou merupakan pabrik utamanya yang mempekerjakan 200.000 orang. Tapi karena lonjakan kasus COVID-19 di Kota Zhengzhou, pabrik Foxconn ikut memberlakukan karantina ketat yang membuat beberapa karyawan kabur dari pabrik.

Di tengah lockdown ketat, sumber yang familiar dengan isu ini mengatakan masih banyak karyawan yang bertahan di pabrik Foxconn dan produksi tetap berlanjut. Tapi tidak diketahui apakah produksi iPhone sudah dikurangi atau tidak.

Foxconn sendiri merupakan mitra perakit terbesar Apple. Perusahaan asal Taiwan ini memproduksi 70% dari total iPhone yang dijual di seluruh dunia. Apple juga memproduksi iPhone di India, tapi output-nya masih kecil jika dibandingkan dengan pabrik Foxconn di Zhengzhou.

Pemerintah China sendiri menerapkan aturan 'nol COVID-19' yang memaksa kota-kota di China untuk melakukan lockdown demi menekan jumlah kasus positif. Pabrik yang berada di kota yang tengah lockdown kadang diizinkan untuk tetap beroperasi, tapi harus mengikuti sistem 'closed-loop' di mana karyawan harus bekerja dan tinggal di pabrik.

Untuk mengatasi penyebaran kasus COVID-19 di fasilitasnya, Foxconn sejak 19 Oktober sudah melarang makan siang di kantin dan karyawan wajib makan di asramanya masing-masing. Foxconn mengatakan produksi iPhone tetap berjalan normal.

Karena aturan lockdown di pabrik yang sangat ketat, beberapa karyawan Foxconn di pabrik Zhengzhou menyuarakan kekesalannya di media sosial. Bahkan muncul foto dan video yang menunjukkan karyawan kabur dari pabrik pada siang dan malam hari, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/11/2022).

Foxconn tidak mengungkap berapa banyak karyawannya di pabrik Zhengzhou yang terinfeksi COVID-19. Otoritas Zhengzhou mengatakan ada 264 kasus transmisi lokal COVID-19 di kota tersebut sejak 19 Oktober 2022.



Simak Video "Rencana Apple Pindahkan Produksi iPhone ke Luar China"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT