7 Startup Alumni Inkubator Kominfo Sudah Naik Kelas

7 Startup Alumni Inkubator Kominfo Sudah Naik Kelas

ADVERTISEMENT

7 Startup Alumni Inkubator Kominfo Sudah Naik Kelas

Anggoro Suryo - detikInet
Sabtu, 29 Okt 2022 16:47 WIB
Startup Studio Indonesia
Logo Startup Studio Indonesia yang dibesut Kominfo. Foto: Dok. SSI
Jakarta -

Sejak diluncurkan pada September 2020, sudah ada 65 startup yang menjadi alumni program Startup Studio Indonesia (SSI) besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tujuh di antaranya kini sudah naik kelas.

Program SSI adalah program inkubasi startup yang bertujuan untuk mendampingi dan membina para startup digital tahap awal (early-stage) tanah air untuk bisa mencapai product-market fit secara optimal.

Dari setiap batch, 30-40% diantara peserta telah mendapatkan pendanaan tahap awal setelah mengikuti SSI. Berikut merupakan tujuh alumni prestasi SSI yang berhasil 'naik kelas' setelah mengikuti program:

1. Zi.Care

Zi.Care merupakan startup teknologi kesehatan yang menawarkan sistem layanan medis holistik, yang mencakup administrasi RS & klinik, manajemen klaim, hingga rekam medis digital. Pasca lulus dari SSI Batch 3, Zi.Care mendapat pendanaan pra-seri A sejumlah USD 1 juta (sekitar Rp 15,5 miliar) pada tahun 2022.

Zi.care tengah berfokus di segmen B2B, terutama untuk mengakuisisi klien rumah sakit melalui kemitraan. Bimbingan serta dukungan dari Kominfo selama penyelenggaraan SSI terbukti meningkatkan reputasi serta kredibilitas Zi.care, baik di mata klien maupun investor. Perusahaan ini pun telah mengunci kerjasama dengan Muhammadiyah Endowment Fund, sehingga sistem platform Zi.care pun diaplikasikan di total 550 Rumah Sakit di seluruh Indonesia.

2. Justika

Justika mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) yang dipimpin oleh East Ventures pada Juni 2021, pasca lulus dari program SSI. Tidak hanya itu, startup yang menawarkan jasa konsultasi hukum online ini juga meresmikan kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, terutama untuk menyediakan konsultasi hukum gratis bagi para UMKM yang terdampak pandemi. Justika juga menjadi partner The Asia Foundation untuk memberikan konsultasi hukum gratis bagi korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

"SSI telah membuka jejaring mentor yang sangat membantu kami dengan memberikan petunjuk dalam menjalankan bisnis. Hal ini berperan besar dalam proses kami menemukan product-market fit (PMF), dimana kami sadar harus bisa mengimbangi idealisme yang dimiliki dengan keberlangsungan usaha. Bagi para startup, sangat penting untuk melihat jalur profitability dan siap untuk pivot atau inovasi ketika jalur tersebut kurang memungkinkan untuk dicapai dengan cara tertentu," ungkap CEO Justika Melvin Sumapung.

3. Dibimbing

Dibimbing.id merupakan platform pembelajaran dan persiapan karir digital, yang telah sukses mengantarkan 80% alumninya ke dunia kerja. Startup alumni SSI Batch 2 ini baru saja mengumumkan pendanaan tahap awal dari init-6 pada bulan Juni yang lalu. Merayakan hari jadinya yang ke-2 pada tanggal 1 Oktober, Dibimbing berhasil mencatatkan pertumbuhan revenue sebesar 200% dari tahun sebelumnya, serta kenaikan jumlah pengguna hingga 400%.

"Produk terbaru yang kami luncurkan adalah Indigo (Internship Dibimbing on-the-go), yaitu program pembelajaran berbasis video yang dilanjutkan dengan proyek magang jarak jauh setelahnya. Dalam kurang dari 24 jam sejak diluncurkan, hampir 400 mahasiswa telah mendaftar dan berlangganan. Kami pun menargetkan untuk bisa menjangkau 20 ribu pengguna di program Indigo ini, serta mempertahankan misi profitability di tengah ancaman resesi 2023," jelas Alim Anggono, Co-founder dan Chief Product Officer Dibimbing.id.

Halaman selanjutnya: Prieds sampai Powerbrain >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT