Enterprise Tech
Interkoneksi Turunkan Pendapatan Telkom 2%?
- detikInet
Jakarta -
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memperkirakan pada tahun pertama pemberlakukan aturan tarif interkoneksi yang ditetapkan pemerintah, akan berdampak pada pendapatan Telkom. Dampak tersebut berupa penurunan pendapatan sebesar 2%. Hal itu diungkap VP Public and Marketing Communication Telkom Muhammad Awaluddin. Sebelumnya, ujarnya, pendapatan Interkoneksi Bersih (net) Telkom pada 2005 meningkat sebesar Rp1,6 triliun atau 25% menjadi Rp7,7 triliun. "Angka pastinya kami belum tahu karena menunggu berapa biaya yang ditetapkan pemerintah. Namun kami perkirakan pada tahun pertama pendapatan Telkom akan menurun sebesar dua persen," ujar pria yang akrab dipanggil Awal, seusai acara peresmian Speedy Nasional untuk 22 kota di Indonesia di Hall B JCC Jakarta, Jumat sore (7/7/2006).Sementara itu Direktur Consumer Market Telkom Guntur Siregar menjelaskan Telkom telah mengajukan tarif interkoneksi kepada pemerintah bulan lalu. Dia berharap tarif tersebut bisa dikabulkan pemerintah. "Kami sudah ajukan itu (tarif interkoneksi), namun saya belum bisa mengatakan berapa besaran tarif yang kami ajukan," ujarnya. Pemerintah sendiri telah menetapkan aturan interkoneksi yang baru melalui Peraturan Menteri Kominfo No. 8/2006 tentang Interkoneksi Berbasis Biaya yang diterbitkan pada 8 Februari lalu sekaligus mengakhiri interkoneksi berdasarkan sistem bagi hasil.Namun penerapan aturan interkoneksi baru secara optimal diperkirakan baru bisa dijalankan menjelang akhir tahun ini, menunggu pengajuan daftar penawaran interkoneksi (DPI) dari operator dominan. Selama ini interkoneksi yang berlaku di Indonesia menggunakan pola bagi hasil (revenue sharing), dimana tarifnya tergantung kesepakatan bilateral antaroperator sehingga incumbent dengan jaringan paling besar berposisi dominan. Sistem ini berbeda dengan cost based karena formulasinya ditetapkan pemerintah berdasarkan biaya yang ditanggung operator dalam menyediakan jalur interkoneksi bagi operator lainnya. Sistem ini juga menghilangkan kemungkinan subsidi silang dari berbagai komponen interkoneksi, sehingga hasil akhirnya diharapkan lebih murah dibandingkan revenue sharing sekaligus akan memicu peningkatan trafik. (rou)
(rouzni/)