Enterprise Tech
Nokia-Sanyo Batalkan Bisnis Ponsel CDMA
- detikInet
Tokyo -
Nokia Corp. dan Sanyo Electric Co. membatalkan rencana joint venture ponsel CDMA berteknologi baru, yang mereka jajaki Februari silam. Kontrak kerja batal, bisnis baru pun tak jadi dijalankan.Awalnya kerjasama ini diposisikan untuk menantang posisi Samsung Electronics Co. yang saat ini menduduki posisi tertinggi di Korea Selatan. Bersama-sama, Nokia dan Sanyo berniat menguasai 20% dari pasar ponsel dunia yang menggunakan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA).Kontrak kerja rencananya akan ditandatangani pada kuartal kedua 2006. Sedangkan bisnis baru akan efektif dijalankan di kuartal ketiga 2006. Setelah bernegosiasi, Nokia dan Sanyo akhirnya sepakat membatalkan kerjasama mereka dan mengambil opsi mereka masing-masing."Nokia dan Sanyo resmi mengumumkan bahwa rencana joint venture untuk memproduksi ponsel CDMA baru, sudah berakhir," demikian kedua perusahaan mencetuskan pernyataan bersama-sama, seperti dilansir dari techweb.Menurut keterangan resmi Nokia, syarat-syarat lisensi properti intelektual yang diajukan Qualcomm tidak bisa diterima Nokia-Sanyo. Untuk kerjasama itu, Qualcomm juga meminta sejumlah biaya lisensi teknologi CDMA yang menurut Nokia 'tidak wajar'. Qualcomm sendiri merupakan penanggung jawab paten teknologi CDMA.Sekedar informasi, dulu Qualcomm dan Nokia pernah bersitegang terkait lisensi teknologi dan kasus pelanggaran paten. Inikah yang menjadi alasan Qualcomm menghadang Nokia? Sayang Qualcomm masih enggan buka mulut. Nokia dan Sanyo pun tidak menjelaskan detil soal perdebatan mereka dengan Qualcomm."Syarat-syarat yang diusulkan Qualcomm untuk kerjasama Nokia-Sanyo terlalu membatasi kebebasan kami. Kerjasama ini kurang menguntungkan jika dilanjutkan," tandas Kai Oistamo, Head of Mobile Phones Business Unit Nokia kepada Reuters, seperti dikutip detikINET, Jumat (23/06/2006). (dwn)
(dewidya/)