Microsoft Boyong Code; Without Barriers ke Indonesia

ADVERTISEMENT

Microsoft Boyong Code; Without Barriers ke Indonesia

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 11 Jul 2022 21:15 WIB
Microsoft Code; Without Barriers
Foto: Dok. G20 Empower
Jakarta -

Group of Twenty (G20) EMPOWER Presidensi Indonesia menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Microsoft Indonesia untuk pelaksanaan program Code; Without Barriers.

Program ini menyediakan platform yang memungkinkan talenta perempuan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital inklusif melalui partisipasi dan inovasi di bidang teknologi.

Serangkaian aktivitas seperti pelatihan keterampilan, pemberian sertifikasi, dan pembukaan kesempatan kerja bagi perempuan akan dilakukan sebagai bagian dari program itu.

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/7) ini dilakukan oleh Chair G20 EMPOWER Indonesia Yessie D. Yosetya dan Co-Chair G20 EMPOWER Indonesia, Rinawati Prihatiningsih, serta Krishna Worotikan, selaku Chief Financial Officer Microsoft Indonesia disaksikan oleh Raden Edi Prio Pambudi, Co-Sherpa G20 Indonesia, dan Nina Wirahadikusumah, Business Strategy Director, Microsoft Indonesia.

Dalam sambutannya, Raden Edi Prio Pambudi menyambut baik langkah kongkrit dari G20 EMPOWER dalam mendorong aksi partisipasi perempuan dalam industri teknologi, serta meningkatkan keberagaman dalam perusahaan guna memberdayakan ekonomi digital secara inklusif, sesuai tema besar G20 Presidensi Indonesia 2022, 'Recover Together, Recover Stronger'.

Sementara itu, Rinawati Prihatiningsih menjabat juga sebagai Chief Operating Officer (COO), sekaligus salah satu pemilik PT Infinite Berkah Energi dan juga Wakil Ketua Umum Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Ketenagakerjaan IWAPI, menjelaskan, bahwa kerja sama melalui program Code, Without Barriers ini akan berfokus pada empat hal.

Pertama, mendorong kesadaran, advokasi, mempengaruhi perubahan dan mewujudkan kepemimpinan perempuan melalui ide dan pemikirannya tanpa memandang kemampuan dalam teknologi. Kedua, menyediakan akses ke peluang dalam teknologi melalui keterampilan digital dan komunitas yang terhubung.

Ketiga, menciptakan eko-sistem dan komunitas perempuan yang kuat dalam kecerdasan buatan dan teknologi untuk mempercepat transformasi serta inovasi digital nasional. Keempat, meningkatkan kemampuan kerja, yang meliputi "job shadowing" (pelatihan kerja dengan mentor yang lebih berpengalaman), magang, bimbingan, menciptakan peluang kerja, dan perekrutan yang beragam.

"G20 EMPOWER ke depan, mendorong semakin banyak perempuan yang menguasai teknologi digital, sehingga mereka memiliki akses yang kuat untuk meraih manfaat dari terus berkembangnya digitalisasi serta ekonomi digital di seluruh dunia. Apalagi, diprediksi, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital hingga sebesar Rp 1.700 triliun pada 2025 nanti. Jangan sampai perempuan tertinggal," lanjut Rina.

Program Code; Without Barriers pertama kali diluncurkan oleh Microsoft di Asia Pasifik pada September 2021. Sedikitnya 13 perusahaan dan 21 komunitas developer di Asia Pasifik telah menjadi mitra program ini.

Sejak peluncurannya, program ini pun telah menjalankan aktivitas seperti Mentoring Circles Program; mengeluarkan seri podcast yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran, menantang asumsi, serta merayakan keberagaman di dunia coding, teknologi, dan data science; serta menggelar hackathon yang mengundang seluruh perempuan untuk menunjukkan kemampuan teknis mereka.

"Melalui partisipasi G20 EMPOWER di Code; Without Barriers, diharapkan pemberdayaan perempuan yang membuka akses kerja, dan pengembangan karir tidak saja untuk para tenaga kerja dari perusahaan para advocates yang tergabung di G20 EMPOWER namun dapat melibatkan stake holders yang lebih luas. Pada saat yang sama mendorong keterlibatan pemimpin teknologi perempuan dalam melakukan coaching dan mentoring untuk menginspirasi dan memberdayakan lebih banyak lagi talenta perempuan di bidang teknologi. namun juga memberikan inspirasi bagi perusahaan serta komunitas termasuk di negara-negara di Asia Pasifik dan G20 lainnya dalam upaya nyata untuk melibatkan perempuan dalam pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tutup Rina.



Simak Video "Peluncuran 5G Indosat Ooredoo Hutchison di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT