Elon Musk PHK 200 Pegawai yang Garap Autopilot Tesla

Elon Musk PHK 200 Pegawai yang Garap Autopilot Tesla

ADVERTISEMENT

Elon Musk PHK 200 Pegawai yang Garap Autopilot Tesla

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 30 Jun 2022 06:46 WIB
California -

Sesuai pengumuman Elon Musk yang akan melakukan PHK sebagian karyawan Tesla, kini divisi yang kena adalah pegawai yang mengerjakan teknologi autopilot di mobil Tesla. Ratusan karyawan dipastikan terkena pemangkasan.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, Kamis (30/6/2022) Tesla menutup kantornya yang berlokasi di San Matteo, California, dan memberhentikan 200 pegawai yang bekerja di sana.

Di kantor itu, sebagian karyawan ditugaskan mengevaluasi video Tesla untuk meningkatkan sistem kemudi otomatis atau Autopilot. Fitur autopilot memang sedang giat dikembangkan oleh Tesla.

Tapi dengan PHK ini, bukan berarti pengembangan Autopilot terhambat. Tesla sudah memindahkan sebagian karyawan divisi Autopilot ke kantor yang lain di Palo Alto. Juga ada tim di divisi itu yang direkrut di kantor area Buffalo.

Dalam bocoran audio, terdengar manajer Tesla mengumumkan akan ada PHK. "Kalian tahu bahwa sewa kantor kita di San Matteo sudah selesai. Perusahaan berusaha memindahkan seluruh tim ke kantor Palo Alto. Sayangnya, kami tidak bisa," kata dia.

Karyawan yang kena PHK masih akan menerima gaji penuh selama dua bulan dan nanti memperoleh benefit lainnya. Mereka juga diminta segera mengembalikan fasilitas laptop milik perusahaan.

Di sisi lain, Elon Musk mengkoreksi jumlah karyawan Tesla yang kena PHK massal. Sebelumnya angkanya di kisaran 10% tapi dalam email terbaru, Musk menjelaskan 10% itu adalah persentase memangkas karyawan tetap dan di sisi lain, Tesla akan meningkatkan jumlah pegawai kontrak. Artinya menurutnya, PHK menimpa 3,5% karyawan saja.

Sebelumnya, Tesla juga digugat secara hukum oleh mantan karyawan yang mengaku di-PHK tidak sesuai aturan sehingga semena-mena. Bagaimana tanggapan Elon Musk?

Rupanya Elon Musk mengaku tak begitu peduli terhadap tuntutan tersebut. "Mari kita jangan terlalu banyak membaca gugatan hukum awal yang tidak ada dasarnya," katanya.

(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT