Geger! Elon Musk Tunda Pembelian Twitter

Geger! Elon Musk Tunda Pembelian Twitter

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Jumat, 13 Mei 2022 19:25 WIB
Apakah Pembelian Twitter oleh Elon Musk adalah Keputusan Bisnis yang Tepat?
Elon Musk tunda pembelian Twitter karena masalah akun palsu (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

CEO Tesla Elon Musk lagi-lagi bikin geger. Dia baru saja mengatakan proses pembelian Twitter ditunda, karena masalah banyaknya akun palsu di Twitter.

"Deal Twitter untuk sementara ditangguhkan, (ada) detail tertunda untuk perhitungan bahwa akun spam/palsu memang mewakili kurang dari 5% pengguna," kata Elon dalam tweetnya.

Elon Musk sebelumnya sudah setuju untuk membeli Twitter senilai USD 44 miliar (Rp 643,8 triliun). Dilansir dari CNN, Jumat (13/5/2022) tweet Elon Musk itu membuat saham Twitter turun lebih dari 20%.

Dalam tweetnya, Musk mengaitkan dengan laporan Reuters pada 2 Mei 2022 tentang masalah spam dan akun palsu di Twitter. Twitter dalam laporan keuangan kuartal 1 mengatakan akun palsu atau spam adalah kurang dari 5% total pengguna aktif pada 3 bulan pertama 2022.

Twitter mengatakan angka sampel mereka masuk akal. Namun data ini tidak diverifikasi secara independen dan mungkin lebih tinggi jumlahnya.

Twitter memang telah memiliki masalah spam selama bertahun-tahun. Twitter juga sebelumnya telah mengakui bahwa mengurangi akun palsu dan jahat adalah penting agar Twitter terus tumbuh.

Tidak jelas mengapa Elon Musk meminta penundaan karena data Twitter terbaru ini. Namun, Elon Musk menegaskan tetap berkomitmen untuk membeli Twitter.

Sebelumnya, Twitter merombak manajemennya dan dua manajer terpental. Sebelumnya lagi, Elon Musk juga sering bicara soal akun bot yang mempromosikan konten spam dan Twitter yang dinilai terlalu cepat menghapus postingan yang dinilai melanggar aturan.

Pada hari Selasa lalu, Musk menjadi pemberitaan dengan mengatakan akan mengizinkan mantan Presiden Donald Trump untuk kembali ke Twitter setelah proses pembelian Twitter selesai. Akun Trump dihapus secara permanen setelah pengikutnya menyerang US Capitol pada 6 Januari 2021.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)