Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tahun 2006 Belanja Telematika RI Turun 9,5%

Tahun 2006 Belanja Telematika RI Turun 9,5%


- detikInet

Jakarta - Belanja teknologi telekomunikasi, media dan informatika (Telematika) di Indonesia diperkirakan turun dari US$ 2,1 miliar pada tahun 2005, menjadi US$ 1,9 miliar pada tahun ini. Atau ada penurunan sekitar 9,5%. Kondisi ekonomi yang kurang kondusif dituding jadi penyebabnya.Hal itu diungkap Direktur Industri Telematika Departemen Perindustrian, Ramon Bangun, dalam seminar menyambut CommunicAsia, di Hotel Gran Hyatt, Jakarta, Rabu (17/5/2006). Menurutnya, belanja Telematika di Indonesia sempat mengalami pertumbuhan sebesar 15,8%, dari tahun 2004 ke tahun 2005, sehingga angkanya mencapai US$ 2,1 miliar. Namun untuk tahun 2006 belanja Telematika diproyeksikan turun, sehingga pertumbuhannya melemah jadi 13-14% per tahun."Angka itu terbilang kecil dibanding negara-negara lain di Asia. Misalnya India, belanja Telematika tahun lalu mencapai US$ 18 miliar. Hal itu karena India memperkuat sektor industri softwarenya," paparnya.Jika pertumbuhan belanja Telematika di Indonesia tetap 13-14% per tahun, belanja Telematika pada tahun 2009 diperkirakan mencapai US$4 miliar.Ramon menilai, industri software di Indonesia kurang kuat. "Saat ini komposisi industri Telematika di Indonesia masih dikuasi hardware dengan persentase sekitar 70%, sementara software kurang dari 30%," ungkapnya. "Idealnya, untuk software bisa mencapai sekitar 50-60%."Disampaikan Ramon, industri Telematika merupakan salah satu pilar industri di Indonesia, yang sedang dan akan terus dikembangkan. Menurutnya, industri Telematika di tanah air paling banyak diserap oleh sektor perbankan. Lebih lanjut disampaikan, perkembangan industri Telematika di dunia mencapai tingkat pertumbuhan 6,9% per tahun. Omzet belanja Telematika di dunia diperkirakan mencapai US$533 miliar pada 2005 lalu. Sedangakan di Asia, total transaksi belanja Telematika mencapai 42 miliar US$ dengan tingkat pertumbuhan 23,9%.Berbagai UpayaUntuk mempercepat pertumbuhan industri Telematika di tanah air, Ramon mengatakan pemerintah melalui Departemen Perindustrian akan memacu sektor industri yang bisa menarik pertumbuhan lebih cepat. Sektor industri yang dimaksud misalnya industri software, hardware, industri perangkat telekomunikasi, semikonduktor atau industri komponen. "Kesemuanya itu disesuaikan dengan karakteristik industri," papar Ramon.Lebih lanjut disampaikannya, tahun 2006 sampai 2007 pemerintah akan mengembangkan konsep ICT berbasis cluster di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya dan Solo. "Hal itu agar bisa menyaingi pertumbuhan regional. Nanti modelnya akan dibuat layaknya ICT Center," terangnya.Dikatakan Ramon, Indonesia punya potensi besar mengembangkan industri software layaknya India. "Kalau di Malaysia punya Multimedia Super Coridor, Amerika punya Silicon Valley, kalau kita kan belum punya. Rencananya kita bikin ICT Park, seperti di Bangalore India. Kita sedang mengkaji konsep clustering Bandung Hi-Tech Valey (BHTV). Bagaimana agar itu bisa menumbuhkan industri ICT," ujarnya.Dalam bidang telekomunikasi, pemerintah disampaikan Ramon, akan membuat program-program seperti penyeragaman standarisasi telekomunikasi, memfasilitasi kerjasama global, serta roadshow kemampuan produk telekomunikasi.Untuk memfasilitasi kerjasama global, pemerintah dalam hal ini Departemen Perindustrian, ikut serta dalam ajang CommunicAsia 2006 yang berlangsung di Singapura bulan Juni mendatang. Disampaikan Ramon, pemerintah akan membawa 11 perusahaan yang mempunyai kompetensi di bidang software dan hardware. Dari segi hardware pemerintah akan membawa teknologi amplifier untuk radar dan compact microwave. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi upaya promosi produk dalam negeri. (nks) (ketepi/)





Hide Ads