Intel dan AMD Kompak Setop Pasokan Chip ke Rusia

ADVERTISEMENT

Intel dan AMD Kompak Setop Pasokan Chip ke Rusia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 01 Mar 2022 13:45 WIB
AMD Ryzen 5000 Mobile
Foto: Dok. AMD
Jakarta -

Demi mematuhi aturan embargo yang dikenakan ke Rusia akibat invasinya ke Ukraina, Intel dan AMD disebut menyetop pasokan chipnya ke negara tersebut.

Dilansir Techspot, Selasa (1/3/2022), AMD dan Intel disebut sudah mengabari rekanannya di Rusia kalau mereka akan menyetop pasokan chip kelas industrial ke Negeri Beruang Merah tersebut.

Meski begitu, pasokan chip untuk kelas konsumer seperti prosesor laptop dan desktop disebut tidak terpengaruh atas pembatasan ini.

"Perusahaan terus memantau situasi dan akan menegakkan sanksi yang berlaku dan aturan kontrol ekspor, termasuk sanksi baru yang diterapkan oleh OFAC dan aturan yang dikeluarkan oleh BIS," ujar juru bicara Intel di Rusia.

Pemblokiran pasokan chip tersebut baru dimulai pada 3 Maret mendatang. Namun AMD dan Intel secara verbal sudah memberitahukan penyetopan pasokan tersebut, dan membatalkan semua pengapalan prosesor.

Sanksi tersebut diperkirakan akan menyebabkan kelangkaan komponen untuk server dan berbagai peralatan canggih di berbagai industri, termasuk penerbangan, perbankan dan lain sebagainya.

Bagi institusi dan perusahaan di Rusia yang terdampak, pemblokiran ini tentu akan merugikan. Terutama untuk mereka yang mengandalkan desain chip asing untuk menjalankan sistem-sistem pentingnya.

Sebenarnya Rusia sudah mengumumkan niatnya untuk memproduksi komponen-komponennya sendiri agar tak bergantung pada pasokan perusahaan asing. Namun niat tersebut belum bisa terwujud. CPU bernama Elbrus-8C yang mereka desain baru-baru ini gagal melewati stress test yang dilakukan.

Di sisi lain, penyetopan pasokan chip ini mungkin nantinya juga akan melemahkan kemampuan perang siber Rusia, yang disebut aktif melakukan serangan siber selama invasi Rusia ke Ukraina.

Selain AMD dan Intel, banyak perusahaan teknologi lain yang memblokir kehadiran produknya di Rusia, atau juga memang layanannya diblokir oleh pemerintah Rusia. Contohnya adalah Meta, Google dan Twitter, yang baru-baru ini memblokir akun media milik Kremlin agar tak bisa mendapat pemasukan dari iklan dan memonetisasi kontennya.

Tonton Video "Presiden Ukraina Dulu Pelawak, Sekarang Hadapi Perang"



Simak Video "Dua Apartemen di Chasiv Yar Ukraina kena Rudal, 31 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT