Hacker Pendukung Rusia Kena Batunya

Hacker Pendukung Rusia Kena Batunya

ADVERTISEMENT

Hacker Pendukung Rusia Kena Batunya

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 01 Mar 2022 10:43 WIB
Hacker Rusia Berhasil Membobol Jaringan Komunikasi Pemerintah Jerman
Foto: DW (News)
Jakarta -

Tak semua pihak mendukung Ukraina, yang sedang diinvasi oleh Rusia. Ada juga yang mendukung Rusia dalam invasi ini. Termasuk geng hacker Conti yang namanya sudah tenar.

Namun akibat dukungannya itu, Conti kini terkena batunya, karena percakapan anggota geng itu dengan berbagai pihak kini dibocorkan ke publik, demikian dikutip detikINET The Verge, Selasa (1/3/2022).

Pada Jumat lalu (25/2/2022), geng Conti ini mengagetkan banyak pihak dengan secara eksplisit mengungkap dukungannya ke pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Conti mengancam akan membalas serangan siber ke Rusia dengan berbagai serangan ke infrastruktur penting pelakunya.

Namun dua hari kemudian Conti kena batunya, saat ada yang membocorkan cache percakapan selama bertahun-tahun ke belakang dari geng tersebut ke berbagai pihak. Dari situ terungkap berbagai informasi yang sebelumnya belum pernah diketahui publik.

Dalam bocoran tersebut, terungkap setidaknya 20 akun yang dipakai anggota Conti di layanan chat open source bernama Jabber. Dari percakapan tersebut terlihat adanya rantai komando yang menghubungkan Conti dengan badan intelijen Rusia.

Menurut Christo Grozev, executive director Bellingcat, yang merupakan badan penelitian intelijen open source, dari chat log itu terungkap adanya anggota Conti yang mencoba meretas kontributor Bellingcat atas perintah dari FSB, badan keamanan utama di Rusia.

Nama Rusia sendiri selama ini memang tak bisa dibilang bersih dalam ranah keamanan siber. Mereka sering dikritisi karena melindungi banyak penjahat siber, namun tidak pernah ada bukti kuat yang menunjukkan hal itu.



Chat log Conti ini kabarnya disebarkan oleh seorang peneliti keamanan dari Ukraina yang sukses menembus jaringan Conti. Setidaknya itu yang dikatakan oleh Alex Holden, pendiri perusahaan keamanan siber Hold Security, yang berasal dari Ukraina.

"Ini adalah warga Ukraina, seorang peneliti keamanan siber yang sah, yang menjalankan perannya dalam perang melawan penjahat siber pendukung invasi Rusia," ujar Holden, yang tak mau mengungkap identitas peretas itu karena alasan keamanan.

Oh ya, dalam chat log itu juga terungkap alamat Bitcoin yang dipakai Conti untuk menerima pembayaran berupa uang tebusan ransomware yang mereka sebar. Termasuk negosiasi Conti dengan berbagai perusahaan yang menjadi korban ransomware.

Tonton Video "Presiden Ukraina Dulu Pelawak, Sekarang Hadapi Perang"

Simak juga 'Hari Kelima Invasi, Rusia-Ukraina Akhirnya Negosiasi':

[Gambas:Video 20detik]



(asj/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT