Ngeri, Induk Facebook 'Kehilangan' Rp 3.400 Triliun!

Ngeri, Induk Facebook 'Kehilangan' Rp 3.400 Triliun!

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 04 Feb 2022 11:50 WIB
Facebook employees take a photo with the companys new name and logo outside its headquarters in Menlo Park, Calif., Thursday, Oct. 28, 2021, after the company announced that it is changing its name to Meta Platforms Inc. (AP Photo/Tony Avelar)
Logo Meta, induk Facebook. Foto: AP/Tony Avelar
Jakarta -

Meta yang merupakan induk Facebook, mencetak rekor yang sama sekali tidak menyenangkan. Harga saham mereka anjlok sehingga mencatatkan penurunan nilai perusahaan terbesar sepanjang sejarah pasar saham di Amerika Serikat.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, kapitalisasi pasar Meta terpangkas USD 237,6 miliar atau lebih dari Rp 3.400 triliun. Ini jauh lebih besar dari rekor sebelumnya yang dipegang Apple ketika kehilangan valuasi USD 182 miliar di September 2020.

Facebook sudah pernah mengalami kejadian serupa, yaitu penurunan USD 119 miliar di tahun 2018. Namun jumlah kali ini seperti disebutkan, jauh lebih tinggi.

Sebagai ilustrasi, jumlah USD 237 miliar itu lebih besar ketimbang nilai pasar perusahaan seperti Netflix, McDonalds, Morgan Stanlet dan AT&T. Bahkan lebih tinggi dibanding kombinasi value General Motors, Uber dan Barclays.

Penurunan valuasi Meta itu menyusul pengumuman dari perusahaan bahwa pertumbuhan pengguna Facebook melambat. Pada kuartal terakhir 2021, pengguna aktif harian Facebook juga menurun.

Pengguna aktif harian (DAU) Facebook turun sedikit dari 1,93 miliar menjadi 1,929 miliar di Q4 2021. Ini pertama kalinya pengguna aktif harian Facebook turun dalam satu kuartal, padahal sejak diluncurkan pertumbuhan pengguna Facebook selalu positif.

Jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) Facebook di periode yang sama masih flat dari kuartal sebelumnya yaitu 2,9 miliar. Pertumbuhan pengguna di Instagram dan WhatsApp juga masih flat di Q4 2021.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan turunnya jumlah pengguna aktif harian Facebook turut dipengaruhi oleh persaingan yang makin ketat dari TikTok.

"Kami sedang berada di tengah transisi layanan kami sendiri menuju format video singkat seperti Reels," kata sang pendiri Facebook, seperti dikutip dari Engadget.

Simak Video 'Perkembangan Pesat TikTok Bikin Tren Pengguna Facebook Turun':

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/fay)