YABB & GoTo Ajak Industri Teknologi Kolaborasi di Generasi GIGIH 2.0

YABB & GoTo Ajak Industri Teknologi Kolaborasi di Generasi GIGIH 2.0

Yudistira Imandiar - detikInet
Kamis, 27 Jan 2022 09:01 WIB
GoTo
Foto: GoTo
Jakarta -

Percepatan transformasi digital menjadi fokus kemajuan ekonomi digital bangsa saat ini. Untuk itu, partisipasi aktif dari seluruh ekosistem digital di Indonesia sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan ketimpangan antara pertumbuhan teknologi yang pesat dengan kecepatan industri dalam memanfaatkan teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) dan GoTo Group mengajak para pelaku industri teknologi untuk berkolaborasi di program Generasi GIGIH dalam mengembangkan talenta teknologi muda Indonesia.

Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa Monica Oudang menyampaikan kontribusi ekonomi digital sebesar 4% di 2020 diestimasi akan meningkat delapan kali lipat pada 2030. Laju perubahan cepat ini didukung oleh usaha pemerintah dalam membangun infrastruktur dan regulasi serta perkembangan pesat perusahaan teknologi seperti Gojek, Tokopedia, GoTo Financial, dan GoPlay.

Monica menekankan peningkatan kinerja ekonomi digital akan berdampak kepada perubahan lanskap pekerjaan di masa mendatang. Oleh sebab itu, talenta digital mesti dikembangkan secara masif untuk mengimbangi perubahan. Program pengembangan diharapkan dapat mencetak talenta digital Indonesia yang kritis, tangkas, tangguh, dan berdaya saing tinggi, harus menjadi pondasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

"YABB yang merupakan bagian dari GoTo Group, dilahirkan untuk mendobrak batasan agar memberikan dampak yang mengakar dan berkelanjutan. Selain kolaborasi dan pola pikir yang tepat, teknologi dan inovasi adalah unsur mendasar dalam setiap langkah kami termasuk dalam mewujudkan program Generasi GIGIH. Kami berharap, lulusan Generasi GIGIH akan memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri, mempunyai cara berpikir baru dalam memecahkan masalah, dan tangguh menghadapi perubahan di masa yang akan datang. Tidak hanya berperan sebagai penggerak roda ekonomi, tapi kami juga ingin mereka bisa menjadi changemakers (pembuat perubahan) dengan memanfaatkan teknologi untuk kebaikan," ungkap Monica dalam keterangan tertulis, Kamis (27/1/2022).

GoToGoTo Foto: GoTo

Ia menguraikan tahun lalu, hampir 1000 peserta mengikuti proses belajar yang dibimbing 57 mentor dan instruktur dari para ahli teknologi di GoTo Group. Di tahap akhir, para peserta menjalankan magang di belasan mitra industri GoTo Group yang merupakan gabungan dari perusahaan besar, startup, sektor pemerintah, dan organisasi nirlaba.

"Kami bangga, 67% lulusan Generasi GIGIH di tahap akhir telah mendapatkan tawaran langsung untuk bekerja di berbagai perusahaan dan startup, dan 86% dari mitra industri kami menyatakan kepuasannya terhadap program ini. Kesuksesan Generasi GIGIH 1.0 ini memberikan kami sinyal untuk membuat dampak yang lebih besar lagi," lanjut Monica.

Sementara itu, Cindytia Fitriani R. dari Jabar Digital Service, sebuah unit di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat mengatakan pihaknya mendukung program Generasi GIGIH dalam mengembangkan kemampuan digital para peserta.

"Menjadi mitra dalam Generasi GIGIH adalah salah satu bentuk dukungan dari Jabar Digital Service untuk membantu mengembangkan soft skill dan hard skill peserta magang. Kami senang bahwa Jabar Digital Service dapat memberikan pengalaman bagaimana bekerja di sektor pemerintahan yang bergerak di bidang teknologi dan digitalisasi bagi para peserta. Selama periode magang, peserta telah menunjukkan sikap dan performa yang baik, didukung dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri teknologi saat ini. Oleh sebab itu, kami menantikan adanya program Generasi Gigih 2.0," papar Cindytia.

Monica menimpali GoTo Group menggandeng berbagai pihak untuk memastikan program Generasi Gigih berjalan efektif.

"Usaha untuk memberikan dampak yang luas tidak bisa kami lakukan tanpa kolaborasi dengan berbagai pihak. Untuk itu, Generasi GIGIH butuh peran serta dari individu dan perusahaan yang ingin bersaing di era digital, baik startup ataupun perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital, dengan bergabung dalam aksi untuk mengubah ekosistem talenta teknologi di Indonesia," urai Monica.

Selain membuka pendaftaran untuk peserta, Generasi GIGIH juga mengajak individu pelaku teknologi untuk bergabung sebagai kontributor yang akan membimbing dan berbagi ilmu dalam mengembangkan ribuan talenta teknologi. Sedangkan bagi perusahaan/ startup, bisa bergabung menjadi mitra industri.

Sebagai informasi, Generasi GIGIH 2.0 yang merupakan bagian dari program studi independen Kampus Merdeka, didukung oleh GoAcademy, Tokopedia Academy, Kalibrr, Progate, Cakap.id, Replit, Magang Update, Markoding, Generation Girls, dan Rumah Millennials, mengajak generasi muda untuk melampaui batasan dalam menentukan pekerjaan dan membuat perubahan. Kunjungi http://bit.ly/generasigigih2 untuk informasi lebih lanjut dan mendaftar program ini.



Simak Video "Jokowi Puji Program Kampus Merdeka Gagasan Nadiem Makarim"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)