Bursa Aset Kripto Segera Hadir di Indonesia

Bursa Aset Kripto Segera Hadir di Indonesia

Sui Suadnyana - detikInet
Sabtu, 22 Jan 2022 22:15 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
Ilustrasi. Foto: Jack Taylor/Getty Images
Badung -

Bursa untuk perdagangan aset kripto bakal segera hadir di Indonesia. Bursa ini dibentuk oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) khususnya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

"Bahwa Kementerian Perdagangan nanti dalam waktu dekat ini akan mendirikan bursa untuk kripto," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat pembukaan T-Hub Tokocrypto di Bali, Jumat (21/1/2022).

Jerry mengatakan, bursa kripto penting dihadirkan untuk menghidupkan dan membuat ekosistem perdagangan aset kripto yang lebih baik.

"Kalau sekarang kita langsung menjual-beli ke trader, tapi nanti begitu ada bursa itu akan lebih akuntabel, kliringnya, custodian-nya, pencatatannya sehingga lebih integrasi antara konsumen pedagang," kata dia.

"Dan tentunya yang paling penting adalah memberikan keamanan dan perlindungan untuk konsumen, itu konsen kami di Kemendag," sambung Jerry.

Namun Jerry tak menyatakan secara detail kapan bursa kripto tersebut bakal resmi dibuka. Ia hanya mengatakan bahwa bursa kripto tersebut bakal hadir dalam waktu dekat.

"Kalau ditanya kapan, diusahakan secepatnya. Ini lagi dalam proses, teman-teman Bappebti bekerja siang-malam untuk memproses ini," ungkapnya.

Jerry menegaskan, kehadiran bursa kripto ini yang paling penting adalah perlindungan bagi konsumen. Sebab, sebelum ada bursa ada beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi terkait dengan keamanan.

Tetapi setelah adanya bursa, diharapkan dapat meminimalisir dan bahkan menghilangkan suatu risiko. Karena semuanya akan terintegrasi satu sama lain.

"Amit-amit ya, kalau misalnya sekarang belum ada bursa, salah satu oknum misalnya, si A beli banyak di sini, tiba-tiba keadaannya dia lagi gak bagus ya, terus tiba-tiba kabur, gimana kita kejarnya? Susah. Bisa dikejar tapi susah," kata Jerry mencontohkan.

"Tapi dengan adanya bursa gak bisa kayak gitu. Jadi bisa dimintai pertanggungjawaban. Jadi jelas tujuannya, arahnya perlindungan kepada konsumen," imbuh Jerry.

Kemudian, bursa dihadirkan juga untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan, seperti tindak pencucian uang; serta pendanaan kegiatan destruktif seperti narkoba, terorisme dan sebagainya.

"Karena dengan adanya bursa ini, sistemnya akan semakin baik," tegas Jerry.



Simak Video "Harapan CEO IDM Co-op Terakit Regulasi Hukum Khusus Kripto"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)