Startup BukuKas Dapat Pendanaan Rp 1,1 Triliun, Umumkan Nama Baru

Startup BukuKas Dapat Pendanaan Rp 1,1 Triliun, Umumkan Nama Baru

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 19 Jan 2022 16:58 WIB
ilustrasi startup
Ilustrasi startup (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Startup BukuKas mengawali tahun 2022 dengan mendapatkan pendanaan seri terbaru. Mereka juga mengumumkan nama brand induk barunya yaitu Lummo.

Seperti diketahui, BukuKas merupakan startup yang menyediakan layanan manajemen bisnis untuk UMKM. Startup ini didirikan pada tahun 2019 oleh dua mantan karyawan Lazada, Khrisnan Menon dan Lorenzo Peracchione.

Pendiri dan CEO Lummo Khrisnan Menon mengatakan pendanaan series-C yang diterima senilai USD 80 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun. Pendanaan ini datang dari investor seperti Sequoia, Tiger Global, dan CapitalG yang merupakan anak usaha induk Google, Alphabet.

"Kami akan menggunakan pendanaan di series ini untuk memperluas produk yang kami tawarkan sehingga kami bisa melayani lebih banyak entrepreneur dan lebih banyak brand," kata Menon, dalam konferensi pers virtual, Rabu (19/1/2022).

Startup BukuKas ganti nama jadi LummoStartup BukuKas ganti nama jadi Lummo Foto: Screenshot/detikINET

Sebelumnya, BukuKas/Lummo sudah mendapatkan pendanaan series-A sebesar USD 20 juta pada Januari 2021 dan pendanaan series-B sebesar USD 50 juta pada Mei 2021.

Pendiri dan COO Lummo Lorenzo Peracchione mengatakan pendanaan ini akan digunakan untuk mendorong percepatan pengembangan produk yang akan membantu UMKM dan entrepreneur lokal. Selain itu pendanaan ini juga akan dialokasikan untuk menggaet lebih banyak talenta.

Tidak hanya mengumumkan nama brand induk baru, BukuKas/Lummo juga mengumumkan nama baru untuk produk flagship-nya, Tokko. Layanan yang menyediakan layanan pembuatan toko online untuk UMKM dan brand ini sekarang akan mengusung nama LummoShop.

"Tokko berubah menjadi LummoShop bukan hanya pergantian nama. Itu merupakan cerminan misi kami, cerminan ambisi kami untuk membantu merchant untuk membuka potensi bisnis mereka," kata Manon.

Setelah mendapatkan pendanaan seri terbaru ini, BukuKas/Lummo sudah memiliki beberapa rencana di masa depan. Salah satunya dengan memperluas program Lummo Semesta yang bertujuan untuk melatih UMKM lewat mentoring online dan offline ke lebih banyak lokasi.

Lantas bagaimana dengan rencana untuk ekspansi ke luar negeri? Peracchione mengatakan BukuKas/Lummo sudah melirik negara tetangga di Asia Tenggara, tapi saat ini Indonesia masih menjadi fokus utama.

"Kami melihat Asia Tenggara dan tentu saja ada beberapa pasar yang memiliki potensi besar dari segi ekosistem serta kebutuhan dan dinamika yang mirip dengan Indonesia," kata Peracchione.

"Di saat yang sama, kami fokus untuk menguatkan kepemimpinan kami dan melayani entrepreneur Indonesia dengan lebih baik," pungkasnya.



Simak Video "Strategi Bisnis UMKM di Era Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)