Ini Alasan Apple Jadi Anak Emas Produsen Chip

Ini Alasan Apple Jadi Anak Emas Produsen Chip

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 20 Des 2021 11:20 WIB
NEW YORK, NY - AUGUST 02:  The Apple logo is displayed in an Apple store in lower Manhattan on August 2, 2018 in New York City. On Thursday the technology company and iPhone maker became the first American public company to cross $1 trillion in value. Apple stock is up more than 20% this year.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Foto: Spencer Platt/Getty Images
Jakarta -

TSMC sering dianggap menganakemaskan Apple dalam hal berbagai hal, seperti diprioritaskan untuk pasokan chip, juga mendapat harga yang lebih rendah ketimbang pemesan chip yang lain.

Contohnya, saat TSMC menaikkan harga chipnya sebesar 20%, kenaikan yang harus dibayarkan oleh Apple untuk memproduksi chip seri A hanya 3%, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (20/12/2021).

Berdasarkan laporan Bloomberg dan DigiTimes, terungkap mengapa TSMC memberi harga yang spesial itu. Rupanya, selama 2020, Apple berkontribusi 25,9% pada pemasukan TSMC.

Jika pemasukan TSMC selama 2020 lalu mencapai USD 45,51 miliar, maka sekitar USD 11,4 miliar pemasukan itu berasal dari Apple. Tak ada perusahaan lain yang kontribusinya bisa mendekati Apple, paling dekat adalah MediaTek yang berkontribusi terhadap 5,8% pemasukan TSMC.

Di bawahnya ada AMD dengan 4,4%, dan Qualcomm yang hanya 3,9%. Sisanya ada Broadcom (3,8%), Nvidia (2,8%), Sony (2,5%), Marvell (1.4%). STM (1,4%), ADI (1,06%), Intel (0,84%). Kontribusi Intel yang sekecil itu wajar sebenarnya, karena Intel punya fasilitas produksi Intel sendiri, meski tak secanggih fasilitas produksi chip milik TSMC.

Dengan kontribusi sebesar itu, persentase kenaikan harga yang lebih kecil pun bakal memberikan tambahan pemasukan yang lebih besar ketimbang dari perusahaan lain. Terlebih lagi, kontribusi perusahaan lain terhadap pemasukan TSMC mayoritas di bawah 5%, bahkan perusahaan seperti Qualcomm kontribusinya hanya 3,9%.

Padahal, berdasarkan data Q3 2021 dari Counterpoint, market share system on a chip Apple hanya ada di posisi ke-3, kalah dari MediaTek (di posisi ke-1) dan Qualcomm (di posisi ke-2).

Kini Intel tampaknya ingin lebih banyak memproduksi chipnya dengan menggunakan jasa TSMC, yang terlihat dari sejumlah eksekutif Intel termasuk CEO Pat Gelsinger yang berkunjung Taiwan untuk sowan ke TSMC.

Intel mencari jaminan dari TSMC bahwa mereka akan punya kapasitas produksi chip 3nm yang yang cukup untuk memenuhi pesanan Intel. Salah satu chip yang kabarnya akan dibuat dengan proses 3nm ini adalah A16 Bionic milik Apple.

Selain tertarik untuk memproduksi chip menggunakan teknologi 3nm TSMC, Intel pun disebut tertarik memproduksi chip dengan proses 7nm, 6nm, dan 5nm, yang kabarnya dilakukan untuk menghambat AMD -- yang juga klien TSMC -- mendapat market share lebih besar.



Simak Video "Cara Pemakaian Adaptor Charger Dual Port USB-C Apple"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)