Wow! Valuasi Apple Nyaris Tembus Rp 43.000 Triliun

Wow! Valuasi Apple Nyaris Tembus Rp 43.000 Triliun

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 15 Des 2021 11:15 WIB
NEW YORK, NY - AUGUST 02:  The Apple logo is displayed in an Apple store in lower Manhattan on August 2, 2018 in New York City. On Thursday the technology company and iPhone maker became the first American public company to cross $1 trillion in value. Apple stock is up more than 20% this year.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Foto: Spencer Platt/Getty Images
Jakarta -

Valuasi Apple -- yang saat ini masih menjadi perusahaan paling bernilai di dunia -- nyaris menyentuh USD 3 triliun atau sekitar Rp 43.000 triliun.

Pada penutupan pasar Senin lalu, saham Apple tercatat turun 2% menjadi USD 175,74 per lembar saham, setelah sebelumnya sempat mendekati USD 182,86 per lembar -- nilai saham yang dibutuhkan untuk mencapai valuasi USD 3 triliun.

Nilai saham Apple sebelumnya sudah naik 11%, yaitu pada minggu sebelumnya, yang membuat peningkatan nilai saham per tahunnya tetap melebihi 30%. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor akan konsumen loyal Apple yang tetap membeli produk-produk mereka seperti iPhone, MacBook, dan juga berbagai layanan yang dijajakan oleh Apple.

Apple membutuhkan waktu 16 bulan untuk meningkatkan valuasinya dari USD 2 triliun sampai hampir mendekati USD 3 triliun. Peningkatan ini juga diikuti oleh perusahaan lain seperti Alphabet -- induk Google -- dan juga Amazon, yang mendapat keuntungan karena pandemi, di mana semakin banyak orang yang sangat bergantung pada teknologi.

Sebagai perbandingan, peningkatan valuasi Apple dari USD 1 triliun menjadi USD 2 triliun membutuhkan waktu 2 tahun, yang artinya lebih lama ketimbang peningkatan dari USD 2 triliun menjadi USD 3 triliun, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (14/12/2021).

"(Apple) kini menjadi salah satu perusahaan yang paling bernilai di pasar, yang menunjukkan dominasi teknologi Amerika Serikat di dunia dan tingkat kepercayaan investor kalau (dominasi) ini akan tetap ada di tangan Apple," ujar Brian Frank, manajer portfolio di Frank Capital, yang menjual sahamnya di Apple pada 2019, saat valuasi Apple meningkat drastis.

Para investor Apple tampaknya juga masih berharap sumber pemasukan baru bagi Apple dari Apple Car, juga pertumbuhan di divisi layanan seperti aplikasi dan TV, yang saat ini persentasenya masih di bawah 65% dari pemasukan penjualan iPhone, seperti yang dikatakan oleh Daniel Morgan, manajer portfolio senior di Synovus Trust Company.

Jika valuasi Apple sudah mencapai USD 3 triliun, hal ini tentu akan menjadi pencapaian ke sekian bagi CEO Apple Tim Cook, yang mengambil alih jabatan tersebut dari Steve Jobs pada 2011, dan ada di balik berbagai ekspansi yang dilakukan Apple, baik dari sisi produk maupun pasar.

Nilai saham Apple sudah meningkat lebih dari 1.400% sejak Cook menjadi CEO Apple. Saat valuasi Apple nanti mencapai USD 3 triliun, maka Microsoft akan jadi satu-satunya perusahaan yang valuasinya mencapai USD 2 triliun, sementara Alphabet, Amazon, dan Tesla, valuasinya baru mencapai USD 1 triliun.



Simak Video "Intip Bocoran Fitur Baru yang Bakal Hadir di iPhone 15 Pro"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)