Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Microsoft Persulit Pembajak 'Office'

Microsoft Persulit Pembajak 'Office'


- detikInet

Jakarta - Microsoft mengenalkan program Office Genuine Advantage (OGA) untuk mengetes apakah Microsoft Office yang terinstal di komputer pengguna asli atau tidak.OGA tampil dalam tujuh bahasa, mencakup Brazil, Portugis, Chechnya, Yunani, Korea, Cina, Rusia dan Spanyol. Seperti dikutip detikinet, Rabu (26/4/2006) dari PC World, saat ini OGA masih diimplementasikan terbatas sebagai pilot program. Sejumlah pengguna dilibatkan dalam pilot program ini, tapi Microsoft menolak menjelaskan jumlah dan lokasi mereka.OGA adalah bagian dari Genuine Software Initiative (GSI) Microsoft, yang ditujukan untuk mengurangi pembajakan. Sebelumnya, program serupa sudah dijalankan khusus untuk sistem operasi Windows, bertajuk Windows Genuine Advantage (WGA).WGA secara otomatis mengecek pengguna yang memanfaatkan Windows Update, Microsoft Update for Windows dan Microsoft Download Center memang menggunakan Windows yang legal. Pengecekan akan dilakukan sebelum mereka men-download update atau konten baru dari layanan-layanan tersebut. Sejauh ini, Microsoft mengklaim sudah ada lebih dari 150 juta PC yang tergabung dalam program WGA.Dalam implemetasinya, program WGA sempat kedapatan memiliki celah, yang mengakibatkan Windows asli dinyatakan tidak asli. Hal tersebut memungkinkan fitur verifikasi otomatis di-hack, sehingga pengguna bisa menghindari program tersebut ketika menggunakan layanan update Microsoft. Microsoft lalu memperbaiki celah pada program tersebut.Pembajakan adalah salah satu hal yang ingin diperangi perusahaan software asal Redmond Amerika Serikat itu. Bersama-sama dengan produsen software lainnya, Microsoft tergabung dalam aliansi produsen software dunia, Business Software Alliance (BSA). BSA aktif melakukan kampanye anti pembajakan, bahkan sampai menawarkan hadiah bagi mereka yang mau melaporkan perusahaan yang memakai software bajakan. (nks) (ketepi/)







Hide Ads