Samsung Akan Pindahkan Produksi HP dari Vietnam ke Indonesia dan India

Samsung Akan Pindahkan Produksi HP dari Vietnam ke Indonesia dan India

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 21 Nov 2021 20:01 WIB
A man walks behind a logo of Samsung Electronics at the companys headquarters in Seoul April 30, 2010.  REUTERS/Jo Yong-Hak/File Photo
Samsung Akan Pindahkan Produksi HP dari Vietnam ke India dan Indonesia. Foto: Reuters
Jakarta -

Samsung kabarnya akan memindahkan produksi ponsel dari Vietnam ke India dan Indonesia. Ini merupakan bagian dari restrukturisasi kapasitas produksi Samsung di tujuh pabriknya yang ada di Asia.

Saat ini Samsung memiliki dua pabrik di Vietnam yang memproduksi 182 juta ponsel dalam setahun. Angka ini setara dengan 60% dari total kapasitas produksi Samsung di seluruh dunia.

Tapi menurut laporan media Korea Selatan The Elec, mulai tahun depan Samsung akan menurunkan kapasitas produksi ponselnya di Vietnam menjadi 163 juta unit per tahun.

Sebagai perbandingan, Samsung memproduksi 60 juta unit ponsel di India per tahun atau setara dengan 20% dari produksi globalnya. Pada tahun 2022, Samsung ingin meningkatkan kapasitas produksinya di India menjadi 93 juta unit per tahun.

Hal ini cukup masuk akal mengingat fasilitas produksi Samsung di India disebut sebagai pabrik ponsel terbesar di dunia. Pabrik ini diresmikan pada Juli 2018.

Sementara itu, Samsung memproduksi 10 juta unit ponsel di Indonesia dalam satu tahun, atau setara dengan 4% produksi globalnya. Produsen ponsel Galaxy ini berencana meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 18 juta unit per tahun.

Untuk mewujudkan proses restrukturisasi ini, Samsung akan mengucurkan USD 140 juta. India akan mendapatkan USD 90 juta, dan sisanya akan ditujukan untuk Indonesia, seperti dikutip dari Digital Trends, Minggu (21/11/2021).

Begitu proses ini selesai, Vietnam masih akan menjadi pusat produksi Samsung dengan porsi sebesar 50%. India akan meningkatkan pangsanya menjadi 29%, dan Indonesia akan mengalami peningkatan menjadi 4%.

Keputusan Samsung untuk melakukan restrukturisasi dalam strategi manufakturnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya upah pekerja yang makin tinggi di Vietnam. Selain itu lockdown di Vietnam akibat COVID-19 juga menghambat produksi di pabrik Samsung.



Simak Video "Samsung: Kontribusi Ponsel 5G di Indonesia Sudah Capai 16%"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)