Gojek Targetkan 100% Motor Listrik di 2030, Bagaimana Nasib Driver?

Gojek Targetkan 100% Motor Listrik di 2030, Bagaimana Nasib Driver?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 18 Nov 2021 17:55 WIB
di depan kantor PT Gojek Indonesia di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016) di depan kantor PT Gojek Indonesia di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016).
Gojek targetkan 100% motor listrik di 2030 untuk driver. Bagaimana nasib driver yang masih memiliki motor konvensional alias masih memakai BBM? Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Gojek targetkan 100% motor listrik di 2030 untuk mitra driver. Bagaimana nasib driver yang masih memiliki motor konvensional alias masih memakai BBM? Ternyata Gojek sudah memikirkan ini matang-matang, karenanya ada solusi yang diberikan oleh Gojek untuk para mitra driver.

"Kami sudah menanyakan kepada sejumlah mitra driver dan sebenarnya antusiasmenya sangat besar. Kami kemungkinan akan memberikan kredit, karena kalau hanya disewakan akan menjadi pertanyaan uangnya ke mana? Kenapa tidak bisa jadi aset?" ucap Kevin Aluwi CEO Gojek di dalam acara peresmian kerjasama Gojek x TBS Energi Utama, Kamis (18/11/2021).

Dengan begitu, nantinya skema yang ditawarkan Gojek adalah sistem cicilan sehingga driver pun bisa memiliki motor listrik tersebut. Dengan kerjasama bersama TBS Energi Utama, Gojek dan TBS berupaya dalam membangun ekosistem yang mendorong penggunaan motor listrik. Mulai pengisian, penggantian baterai sampai manufaktur, Gojek dan TBS akan berusaha menggandeng pihak swasta maupun pemerintah

"Hari ini kami bekerjasama dengan TBS dengan nama Elektrum. Mulai bulan ini akan ada 5.000 unit motor, bukan charging tapi baterainya bisa diganti supaya lebih cepat. Kami ingin lebih mudah diakses bagi masyarakat dan bisa mengurangi polusi. Untuk pengguna, manfaatnya motor ini minim suara dan mulus, terlebih pengguna berperan dalam membantu misi nol emisi," tambahnya.

Gojek sangat serius mengadopsi kendaraan listrik untuk semua layanan terutama GoFood, GoRide, sampai ke layanan pengiriman paket GoSend. Kerjasama ini dinilai sebagai upaya menambah opsi penggunaan motor listrik yang lebih banyak.

Dalam COP26, Indonesia diwakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen untuk menurunkan emisi CO2 sebanyak 29% di 2050 dan menyentuh net zero di 26%. Karena Indonesia terbilang memulai lebih baru dibanding negara lain, PR untuk mengejar ketertinggalan tersebut masih menjadi tugas kita bersama.



Simak Video "Jokowi Bakal Tanya Pembiayaan Netral Karbon di KTT Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)