Industri VOD Diproyeksikan Raup US$ 85.759 Juta di 2021, Menjanjikan?

Industri VOD Diproyeksikan Raup US$ 85.759 Juta di 2021, Menjanjikan?

Angga Laraspati - detikInet
Kamis, 18 Nov 2021 11:08 WIB
Ilustrasi VOD
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Video sesuai permintaan (video on demand/VOD) menjadi salah satu bisnis cuan di era digitalisasi ini. Bagaimana tidak, industri VOD berpotensi meraup pendapatan hingga US$ 85.759 juta di tahun 2021.

Hal ini tak terlepas dari pandemi COVID-19 yang membuat layanan video sesuai permintaan (video on demand/VoD) banyak dicari oleh masyarakat. Pasalnya, platform VOD mampu menjadi alternatif konten selain yang ditayangkan oleh televisi.

Selain konten yang bervariasi, gambar yang ditampilkan mungkin lebih jernih dari televisi pada umumnya. Tak ayal, banyak perusahaan VOD yang sering ditemui mulai dari Netflix, VIU, dan perusahaan VOD lainnya. Memang sebagus apa sih potensi dari bisnis VOD ini?

Sebuah data disajikan oleh Statista terkait potensi dari bisnis VOD ini yang menampilkan peningkatan dalam segi pendapatan dari tahun 2017. Di tahun 2017, pendapatan dari industri VOD sebesar US$ 37.509 juta. Angka ini meningkat di tahun berikutnya menjadi US$ 45.769 juta.

Angka ini terus meroket hingga di tahun 2021 yang diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai US$ 85.759. Tentu jumlah ini sangatlah besar dan menjadikan VOD sebagai bisnis yang potensial.

Segmen terbesar untuk industri VOD terdapat pada Video Streaming (SVoD) dengan volume pasar mencapai US$ 70.845 juta di 2021. Statista juga mencatat pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) dari segmen VOD diproyeksikan sebesar US$ 47.60 juta pada 2021.

Statista juga menemukan potensi besar dari industri VOD hingga tahun 2025. Dari segi jumlah pengguna, VOD diperkirakan akan memiliki 2.226,1 juta orang pada tahun 2025. Penetrasi pengguna juga diperkirakan akan mencapai 28,5% pada tahun 2025.

Soal pendapatan tak usah ditanya, karena diperkirakan pendapatan dari industri VOD menunjukan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2021-2025) sebesar 10,43%. Sehingga, industri VOD diproyeksikan menghasilkan volume pasar sebesar US$ 127.512 Juta pada tahun 2025. Menjanjikan bukan?

Oleh karena itu, bisnis VOD memang bisa dibilang sebagai salah satu potensi bisnis cuan yang bisa dijadikan pertimbangan. Namun, untuk menjalankan bisnis ini perlu disiapkan sebuah sistem yang kompatibel untuk menyampaikan konten-konten yang dibuat.

Untuk inilah, sebuah perusahaan VOD memerlukan sistem cloud yang dapat menyalurkan konten-konten ke end user dengan tepat dan cepat. Menjawab hal ini, Huawei Cloud menyediakan layanan Content Delivery Network (CDN) yang dapat membantu bisnis menyampaikan konten video yang teroptimalisasi dengan baik.

Huawei Cloud CDN mampu untuk diaplikasikan ke beberapa skenario mulai dari mempercepat loading website, kecepatan download, hingga kecepatan loading VOD. Seperti VOD, sistem ini mampu memainkan video dalam 1 detik dan merendahkan frame freezing dari 1,2%. CDN dapat memantau secara real time lalu lintas dan juga bandwith sehingga layanan yang diberikan tetap prima.

CDN memberikan kontrol keamanan mulai dari validasi perujuk, otentikasi URL, ACL hingga melindungi hak cipta dan mencegah pemutaran yang tidak sah. CDN juga memungkin file dikompresi untuk menghemat pemakaian bandwidth.

Untuk tahu lebih lanjut mengenai Huawei Cloud dan teknologi-teknologi yang dimiliki Huawei Cloud, silahkan klik di sini.



Simak Video "Huawei Boyong MateBook D14 dan D15 ke Indonesia, Apa Kelebihannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/fay)