Irlandia Tak Lagi Jadi Surga Pajak untuk Google, Facebook, dan Apple

Irlandia Tak Lagi Jadi Surga Pajak untuk Google, Facebook, dan Apple

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 08 Okt 2021 21:41 WIB
NEW YORK, NY - JULY 23: The Apple logo hangs in front of an Apple store on July 23, 2013 in New York City. Apple is due to report third-quarter earnings after the markets close Tuesday. Apple, the California based technology company, has watched its stock sink to $427.68 a share from an all-time high of $702 last September. The company is under pressure to release a new blockbuster product.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Logo Apple (Foto: Gettyimages/Spencer Platt)
Jakarta -

Irlandia tampaknya tak akan lagi menjadi surga pajak untuk berbagai perusahaan seperti Google, Facebook, dan Apple karena mereka akan menaikkan nilai pajak untuk perusahaan multinasional.

Pada Kamis (7/10) kemarin, Irlandia menyatakan akan bergabung ke perjanjian pajak internasional, yang artinya mereka akan menaikkan pajak setidaknya 15% untuk perusahaan multinasional.

Ini adalah perubahan besar di negara yang menjadi 'surga' bagi banyak perusahaan asal AS, yang memilih Irlandia sebagai kantor pusatnya di Eropa, seperti banyak perusahaan farmasi asal AS, dan tentunya perusahaan teknologi seperti Google, Apple, dan Facebook.

Peningkatan dari 12,5% (pajak untuk perusahaan multinasional di Irlandia saat ini) menjadi 15% mungkin terlihat tidak terlalu besar. Namun di balik itu, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Inclusive punya beberapa aturan lain untuk menutup celah yang dipakai Apple dkk untuk mengakali aturan pajak.

OECD memperkirakan dengan pajak 15% akan menghasilkan pemasukan sekitar USD 150 miliar untuk pemasukan pajak global setiap tahunnya, dan juga akan menstabilkan sistem pajak internasional.

Jumat ini Irlandia akan menandatangani perjanjian tersebut, dan mengadakan pertemuan dengan 140 negara lain yang tergabung ke OECD. Negara-negara ini sudah menggodok aturan pajak ini selama beberapa tahun ke belakang.

Rencana besar dari perjanjian ini adalah membuat perusahaan-perusahaan multinasional untuk membayar pajak sesuai dengan lokasi penjualan produk dan layanan mereka, bahkan jika mereka tidak punya perwakilan di negara tersebut.

Aturan ini berlaku untuk perusahaan multinasional dengan pemasukan di atas USD 867 juta, untuk yang pemasukannya di bawah itu, Irlandia tetap memberlakukan aturan yang sebelumnya.

Selama beberapa dekade ke belakang, Irlandia memang menjadi surga pajak bagi banyak perusahaan teknologi, karena pajak perusahaannya yang rendah. Jadi perusahaan-perusahaan itu cukup membuka kantor cabang di Irlandia, dan kantor tersebut memegang lisensi atas properti intelektual mereka.

Jadi, untuk setiap pemasukan dari royalti akan dihitung menjadi pemasukan dari kantor cabang tersebut, dan menikmati tarif pajak yang lebih ringan dari negara lain, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (8/10/2021).

Setidaknya ada 800 perusahaan AS yang punya kantor cabang di Irlandia, yang mempekerjakan sekitar 180 ribu orang. Perusahaan seperti Apple membuka kantornya di Irlandia pada 1980 dan saat ini punya 6000 pegawai, sementara Google membuka kantor pusat Eropa-nya di Irlandia pada 2003, sementara Facebook memilih Irlandia sebagai lokasi untuk kantor pusat internasionalnya pada 2008.



Simak Video "Refleksi Google di Ulang Tahun ke-23"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)