Minat Warga RI Investasi Kripto Meningkat, Ini Cara Memahaminya

Minat Warga RI Investasi Kripto Meningkat, Ini Cara Memahaminya

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 01 Okt 2021 14:40 WIB
Ilustrasi Kripto
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Geliat investasi aset kripto meningkat di Indonesia, hanya saja pengetahuan akan hal tersebut masih minim. Luno, platform perdagangan kripto global, mengedukasi masyarakat seputar mata uang digital.

Berdasarkan hasil riset Luno dan YouGov pada akhir Agustus 2021, mengungkapkan bahwa responden Indonesia mengenal kripto mencapai 30% yang mana itu melebihi asest investasi lain seperti obligasi negara 20% dan pinjaman online 18%.

Responden RI rupanya paling banyak sering mencari nasihat keuangan untuk mengurus investasi mereka, terutama di negara-negara berkembang, yaitu Nigeria (66%), Indonesia (55%), dan Kenya (54%).

Dari segi tabungan, 80% responden Nigeria mengaku menabung secara teratur diikuti Kenya (79%), Afrika Selatan (79%), Australia (67%), Malaysia (64%), dan Indonesia (50%). Dari jumlah tersebut sekitar satu dari lima responden Indonesia (22%) mengaku mengalokasikan tabungannya dalam bentuk kripto.

Mayoritas investor kripto (56%) mengharapkan profit dalam jangka waktu lima tahun ke depan, optimisme potensi pertumbuhan aset kripto juga tinggi mencapai 58% dalam waktu 10 tahun ke depan.

Itu artinya, masyarakat Indonesia memiliki kepercayaan bahwa aset kripto akan menjadi investasi jangka panjang -alih-alih sebagai alat penghasil keuntungan instan-. Ini Terbukti, investor kripto punya rencana menabung pensiun (55%) dan sebagai warisan untuk anak cucu mereka (45%).

Pemain kripto, LunoLuno, platform perdagangan kripto global, mengedukasi masyarakat seputar mata uang digital kepada masyarakat Indonesia. Foto: Luno

"Kami hendak menghapuskan stigma di masyarakat yang memandang bahwa investasi kripto rumit dan hanya bisa dilakukan bagi institusi atau yang sudah sangat berpengalaman," ujar Country Manager Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas.

Untuk itu, strategi Luno adalah dengan memperbanyak konten pendidikan yang simpel, mudah dipahami, dan gratis, baik di media sosial, acara virtual dan offline, serta aplikasi dan website Luno.

"Tujuannya agar bisa membantu investor baru agar bisa memahami fundamental investasi kripto hanya dalam waktu kurang dari satu jam," kata Jay.

Luno mempermudah penggunaan, terutama bagi para investor pemula karena platform ini menerapkan sistem jual-beli instan yang simpel dan tanpa biaya tersembunyi. Hal ini agar siapa pun bisa mulai berinvestasi dengan cepat tanpa harus menguasai teknik trading yang rumit.

Aplikasi Luno juga hanya menerapkan biaya sebesar 0,75% di setiap transaksi jual-beli instan. Adapun, Luno telah terdaftar resmi di Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) bentuk legalitas perusahaan beroperasi di Indonesia.



Simak Video "Indef: Jangan Termakan Pom-Pom Kripto Elon Musk"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)