Sultan! Penambang Bitcoin Ini Beli Pembangkit Listrik Sendiri

Sultan! Penambang Bitcoin Ini Beli Pembangkit Listrik Sendiri

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 27 Sep 2021 18:11 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he
Ilustrasi bitcoin. Foto: Getty Images
Jakarta -

Proses penambangan bitcoin dan mata uang kripto lain membutuhkan pasokan listrik yang sangat besar. Hal itulah yang membuat Stronghold Digital Mining membeli pembangkit listriknya sendiri.

Stronghold beberapa waktu lalu membeli pembangkit listrik Scrubgrass di Venango County, Pennsylvania, AS. Mereka menghabiskan USD 105 juta untuk membuka pembangkit listrik tersebut, yang menggunakan limbah batubara sebagai sumber tenaganya.

Pembangkit listrik tersebut saat ini membakar 600 ton limbah batubara setiap tahunnya, yang cukup untuk memberi tenaga ke 1.800 komputer penambang bitcoin, demikian dikutip detikINET dari Mashable, Senin (27/9/2021).

Tak cuma itu, Agustus lalu Stronghold pun membeli pembangkit listrik keduanya di Penssylvania, yaitu pembangkit listrik Panther Creek, dan berencana membeli pembangkit listrik ketiga dalam waktu dekat.

Meski tak menggunakan sumber yang ramah lingkungan di pembangkit listriknya, Stronghold mengklaim diri sebagai perusahaan yang menguntungkan untuk lingkungan. Pasalnya mereka menggunakan bahan tak terpakai yang dihasilkan saat menambang batubara, yang bisa merusak lingkungan.

Lalu mereka akan memberikan tanah reklamasi yang sebelumnya sudah terkontaminasi limbah batubara itu ke pemerintah setempat, dalam hal ini Pennsylvania Department of Environmental Protection (DEP).

Nah, menurut DEP, Stronghold sejauh ini sudah membantu mengembalikan lebih dari 1000 acre tanah di Pennsylvania. Namun perlu dicatat, meski menggunakan bahan yang tak terpakai, pembakaran limbah batubara ini tetap menghasilkan karbondioksida dalam jumlah yang banyak.

Bitcoin dan berbagai mata uang kripto lain sering dikritisi karena tak ramah lingkungan. Pasalnya berbagai aktivitas yang berkaitan dengan mata uang kripto ini membutuhkan listrik dengan jumlah sangat besar.

Contohnya, sebuah transaksi bitcoin, termasuk sumber daya yang dibutuhkan untuk menambang koinnya serta memverifikasi transaksinya, membutuhkan daya total sebanyak 1.700 KWh.

Lalu dalam electricity consumption index dari Universitas Cambridge memperkirakan kalau penambang bitcoin setiap tahunnya menghabiskan sekitar 130 terawatt hours (TWh).



Simak Video "El Salvador Negara Pertama yang Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran Sah"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)