ViBiCloud Dapat 2 Microsoft Azure Advanced Specialization

ViBiCloud Dapat 2 Microsoft Azure Advanced Specialization

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 01 Sep 2021 20:30 WIB
ViBiCloud, perusahaan penyedia jasa layanan Teknologi Informasi memperkenalkan layanan atas solusi Azure Stack yang dijalankan di atas platform Microsoft Hybrid Cloud.
ViBiCloud Dapat 2 Microsoft Azure Advanced Specialization (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

VibiCloud mendapatkan dua spesialiasi tingkat lanjut dari Microsoft, yaitu Windows Server and SQL Server Migration to Microsoft Azure dan Linux and Open Source Databases Migration to Microsoft Azure.

Dengan kedua spesialisasi tersebut, ViBiCloud menjadi mitra Microsoft di Indonesia yang mendapatkan dua spesialisasi Azure. Sejalan dengan komitmen VibiCloud yang menyediakan solusi pada migrasi beban kerja spesifik, yaitu memindahkan beban kerja berbasis Windows Server, SQL Server, Linux and Open Source Database ke Microsoft Azure.

"ViBiCloud melengkapi diri dengan menyediakan spesialisasi khusus yang telah terbukti dan diaudit oleh Microsoft kepada pelanggan mereka di seluruh dunia. Dengan spesialisasi yang telah kami peroleh, kami dapat memastikan bahwa para ahli kami juga terbukti mengikuti standar kelas dunia, dan hal ini menjadi pembuktian dan komitmen kami untuk terus mendorong percepatan transformasi digital ke Indonesia 4.0," ujar Alfonsus Bram Radityo Nugroho, CEO ViBiCloud, dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (1/9/2021).

Windows Server and SQL Server Migration to Azure adalah sebuah validasi tingkat lanjut untuk pengetahuan mendalam, pengalaman luas, dan keahlian mitra akan solusi dalam memigrasikan beban kerja berbasis Windows Server dan SQL Server ke Azure.

Sedangkan Linux dan Open Source Databases Migration to Microsoft Azure adalah sebuah validasi yang sama untuk pengalaman dan keahlian mitra yang telah terbukti dalam memigrasikan database berbasis Linux dan Open Source (seperti MySQL dan PostgreSQ) ke Azure.

Menurut VibiCloud, hanya mitra yang memenuhi kriteria ketat seputar keberhasilan pelanggan dan keterampilan staf, serta lulus audit pihak ketiga atas praktik migrasi mereka, yang memperoleh spesialisasi tingkat lanjut.

"Spesialisasi tingkat lanjut Windows Server and SQL Server Migration to Microsoft Azure dan Linux and Open Source Database Migration to Azure memilih mitra yang dapat dianggap paling mampu dalam proses migrasi beban kerja berbasis Windows dan Linux ke Azure," ujar Rodney Clark, Corporate Vice President, Global Partner Solutions, Channel Sales and Channel Chief, Microsoft.

Saat ini, untuk dapat bersaing dalam gelombang era transformasi digital, organisasi juga perlu beradaptasi dengan perubahan yang konstan dengan berinovasi. Apa pun mulai dari sistem yang sederhana hingga kompleks, aplikasi yang ringan dan handal, atau beban kerja dengan dukungan AI, memerlukan inovasi dan merupakan faktor kunci penentu kelanjutan bisnis.



Simak Video "11 Fitur Baru Windows 11 yang Dirilis Besok"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)