Xiaomi Jadi Penguasa Pasar Ponsel di 22 Negara

Xiaomi Jadi Penguasa Pasar Ponsel di 22 Negara

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 29 Agu 2021 21:00 WIB
Logo baru Xiaomi
Foto: Xiaomi
Jakarta -

Bertolak belakang dengan kinerja Huawei yang merosot, bisnis Xiaomi melesat selama Q2 2021, yaitu antara April dan Juni 2021.

Selama periode tersebut Xiaomi mengapalkan 52,6 juta unit ponsel, atau meningkat 86,8% dibanding Q2 2020. Market share secara globalnya mencapai 16,7%, kedua terbesar, di bawah Samsung namun di atas Apple.

Dari semua ponsel yang mereka kapalkan selama pertengahan pertama 2021, 12 juta di antaranya adalah ponsel yang harganya di atas 3000 yuan atau sekitar Rp 6,6 juta, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Jumat (27/8/2021).

Oh ya, Xiaomi juga membanggakan pencapaiannya di mana -- menurut laporan Canalys -- mereka menjadi penguasa bisnis ponsel di 22 negara, seperti Italia, Prancis, dan juga Indonesia. Bahkan di Spanyol mereka sudah menjadi 'penguasa' sejak enam kuartal berturut-turut.

Selain itu, di 65 negara mereka berada di lima besar. Lalu dari 22 negara di mana mereka menjadi peringkat satu, ada 10 negara di mana Xiaomi pertama kalinya berada di posisi tersebut.

Sepanjang Q2 2021, total pendapatan yang dikumpulkan oleh Xiaomi mencapai 87,8 miliar yuan atau setara 64% year-on-year sedangkan laba bersih yang sudah disesuaikan pada periode yang sama mencapai 6,3 miliar yuan atau naik 87,4% YoY.

Sementara itu sektor ekosistem IoT mereka tumbuh 35,9% secara year on year. Xiaomi sendiri saat ini punya 374 juta unit perangkat IoT yang terhubung lewat platform mereka, tidak termasuk ponsel dan laptop.

Mereka punya 7,4 juta pengguna yang setidaknya punya lima perangkat IoT, dan vacuum cleaner, air purifier, humidifier, thermostats, lampu, dan kamera keamanan menjadi produk IoT yang paling populer.

Ke depannya, dalam keterangan yang diterima detikIENT, Xiaomi menjanjikan akan terus mengejar kemajuan teknologi untuk memperkuat bisnisnya. Pada Q2 2021 sendiri Xiaomi mengeluarkan 3,1 miliar yuan untuk riset dan pengembangan, naik 56,5% dibanding tahun sebelumnya.



Simak Video "Huawei Boyong MateBook D14 dan D15 ke Indonesia, Apa Kelebihannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)