Sektor Konstruksi Butuh Transformasi Digital dan Keamanan Siber

Sektor Konstruksi Butuh Transformasi Digital dan Keamanan Siber

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 24 Agu 2021 21:00 WIB
Autodesk
Foto: Dok. Autodesk
Jakarta -

Transformasi digital adalah perkembangan yang tak bisa dielakkan lagi, namun digitalisasi ini juga membuat kerentanan terhadap serangan siber. Karena itulah transformasi digital dan keamanan siber adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Autodesk, pembuat software desain 3D menggelar diskusi soal transformasi digital dan keamanan siber di sektor konstruksi. Dalam diskusi ini, Autodesk, Kedutaan Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia menggelar sesi berbagi pengetahuan.

Diskusi ini mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan, seperti perwakilan-perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), Business Software Alliance (BSA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), dan US Department of Commerce.

Disusun pada Februari tahun ini, target roadmap digital Indonesia adalah meningkatkan konektivitas untuk menjembatani kesenjangan digital bangsa. Untuk mengakselerasi kemajuan, pemerintah berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan teknologi global untuk membantu mengembangkan lanskap digital bangsa.

Autodesk dilibatkan karena memiliki keahlian yang kuat dalam teknologi dan kebijakannya di berbagai industri termasuk arsitektur, rekayasa, konstruksi, desain dan manufaktur, serta hiburan.

"Mempercepat transformasi digital Indonesia sekaligus memastikan era digital yang inklusif, produktif, dan aman adalah upaya kolektif merupakan upaya kolektif yang membutuhkan kolaborasi diantara seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor bisnis, media, akademisi, dan masyarakat," kata Dr Dedy Permadi, Juru Bicara dan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika untuk Kebijakan Digital dan Sumber Daya Manusia.

Sebagai pemimpin dalam software desain 3D, rekayasa dan hiburan, Autodesk memiliki rekam jejak implementasi transformasi digital yang sudah terbukti dalam penggunaan teknologi-teknologi canggih seperti Architecture, Engineering, and Construction (AEC) Industry Collection dan BIM 360 sebagai bagian dari Autodesk Construction Cloud untuk mengotomatisasi alur kerja untuk meningkatkan produktivitas.

Autodesk berkomitmen untuk melindungi dan mengamankan data miliknya dan data milik pelanggan. Dibangun dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, Autodesk Security Framework mengintegrasikan fitur-fitur keamanan seperti perlindungan endpoint, manajemen identitas dan akses, patching dan hardening, dan keamanan ofensif untuk melindungi investasi pelanggan di setiap tahap.

Dengan mempertemukan para perwakilan dari sektor publik dan swasta dalam sesi berbagi pengetahuan demi mendorong kemajuan, Autodesk, Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia berharap dapat mengembangkan roadmap awal untuk membantu memperkuat fondasi keamanan siber negara.

"Autodesk berkomitmen membantu pasar Indonesia dalam melakukan transformasi digital. Sejak 2018 kami sudah berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lokal seperti Waskita Karya, salah satu perusahaan konstruksi terbesar milik negara, untuk mendorong pemanfaatan solusi digital dalam sektor konstruksi," jelas Haresh Khoobchandani, Vice President of Asia Pacific, Autodesk, dalam keterangan yang diterima detikINET, Selasa (24/8/2021).

"Bersama Waskita, kami menggarap beberapa proyek nasional berskala besar, seperti waduk Temef dan proyek-proyek lain termasuk pembangunan gedung bertingkat, jalan raya, dan jalan tol. Solusi-solusi kami membantu Waskita memangkas waktu untuk gambar produksi dan rekayasa, sehingga berkontribusi pada penghematan waktu dan biaya secara keseluruhan," tambahnya.



Simak Video "BSSN Deteksi 495 Juta Serangan Siber di Indonesia Pada 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)