Sony Habiskan Rp 16,9 Triliun Buat Akusisi Crunchyroll

Sony Habiskan Rp 16,9 Triliun Buat Akusisi Crunchyroll

Panji Saputro - detikInet
Kamis, 12 Agu 2021 10:15 WIB
Sony Habiskan Dana Rp 16,9 Triliun Untuk Akusisi Crunchyroll
Sony Habiskan Dana Rp 16,9 Triliun Untuk Akusisi Crunchyroll (Foto: Crunchyroll)
Jakarta -

Sony mengungkapkan, setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan, akhirnya akuisisi layanan streaming anime Crunchyroll selesai. Nominal yang digelontorkan cukup mencengangkan, hingga USD 1,175 miliar atau setara Rp 16,9 triliun.

Kendati begitu, masih belum diketahui kapan layanan tersebut akan digabungkan. Satu hal yang pasti, dengan sumber daya baru ini, Crunchyroll dapat memperluas jangkauannya, mendistribusikan konten melalui berbagai saluran Sony seperti PlayStation.

"Anime adalah media yang berkembang pesat, di mana dapat memikat dan menginspirasi emosi penonton di seluruh dunia, kata Kenichiro Yoshida, Chairman sekaligus President dan CEO of Sony Group Corporation, seperti dilansir detikINET dari Gamespot, Kamis (12/8/2021).

Dalam keterangannya, ia juga menyampaikan bahwa dengan sinergi dari Crunchyroll dan Funimantion, memungkinkan Sony bisa lebih dekat dengan pencipta dan penggemar, di mana mereka merupakan jantung dari komunitas anime.

Angka tersebut menjadi nilai luar biasa bagi bisnis Anime milik perusahaan asal Jepang ini. Toy Vinciquerra, selaku Chairman dan CEO Sony Picture Entertainment Inc., menegaskan bahwa Sony ingin menciptakan pengalaman anime terbaik kepada penggemar.

"Kami memiliki kesempatan untuk melayani penggemar anime dan memberikan pengalaman terbaik di semua platform yang mereka pilih, mulai dari teater, event, hiburan rumah, game, streaming dan TV," kata Vinciquerra.

"Tujuan kami adalah menghadirkan pengalaman berlangganan anime terpadu sesegera mungkin," tambahnya.

Dengan kepemilikan Crunchyroll dan Funimation, menjadikan persaingan di industri layanan streaming perlahan berkurang. Ada kemungkinan bahwa Crunchyroll dapat dihubungkan dengan Funimation.

Kabar akuisisi ini sebenarnya sudah bergulir sejak Desember 2020. Mereka telah memperhatikan layanan streaming anime tersebut, selama beberapa waktu.

Tujuannya, yaitu untuk memboyong 3 juta pelanggannya, masuk menjadi bagian dari Funimation milik Sony. Pembelian ini sebenarnya, dilakukan melalui Funimation Global Group, LLC, dengan upaya patungan antara Sony Pictures Entertainment Inc. dan anak perusahaan Sony Music Entertainment (Jepang) Inc, Aniplex.



Simak Video "7 Studio Anime Jepang di Balik Proyek Anime 'Star Wars: Visions'"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fyk)