Spotify Rugi, Tapi Jumlah Pelanggan Naik

Spotify Rugi, Tapi Jumlah Pelanggan Naik

Josina - detikInet
Jumat, 30 Jul 2021 11:15 WIB
spotify
Foto: Unspslah/Sara Kurfess
Jakarta -

Pada kuartal kedua 2021 Spotify telah mencapai 365 juta pengguna aktif bulanan, namun angka ini disebut Spotify mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dari yang ditargetkan. Spotify mengatakan lambatnya pertumbuhan pengguna dampak dari pandemi COVID-19 di mana telah mengurangi minat orang untuk mendengarkan musik saat berpergian. Diketahui saat ini masih ada pembatasan orang-orang tidak bisa berpergian jauh.

Selain itu Spotify juga telah membukukan kerugian sebanyak USD 23,6 juta atau sekitar Rp 341 juta meskipun jumlah pengguna langganan berbayar masih terus naik.

Dilansir detiKINET dari Apple Insider, Jumat (30/7/2021) Spotify memang kerap alami kerugian bahkan layanan streaming asal Swedia ini berharap dapat membangun cukup pelanggan berbayar dan pendapatan iklan untuk mengimbangi kenaikan biayanya. Spotify terkadang membukukan laba dalam seperempat tetapi hal ini jarang terjadi.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Spotify kini gagal mencapai target untuk total pengguna aktif bulanan. Meski meleset dari target, perusahaan masih meningkatkan basis pengguna aktifnya sebesar 22% dari tahun ke tahun menjadi 365 juta.

Sekarang ada 165 juta pelanggan berbayar, naik 20% lebih tinggi dari kuartal tahun lalu dan jumlah yang memenuhi tujuan Spotify. Namun, Spotify telah menurunkan target pertumbuhan tahunan menjadi sekitar 400 juta pengguna aktif, dan 177 juta pengguna berbayar.

Terlepas dari peningkatan pengguna dan peningkatan kinerja iklan, perusahaan tidak dapat membukukan laba dan arus kasnya juga turun secara signifikan. Spotify hanya menghasilkan USD 40 juta turun dari USD 48 juta pada kuartal tahun lalu.

Kontroversi telah mengelilingi Spotify berkat kurangnya keuntungan yang terus-menerus. Perusahaan juga kerap terlibat dalam beberapa tuntutan hukum seputar distribusi dan pembayaran royalti musik.

Pesaing utama Spotify, Apple Music diketahui telah membayar artis sebanyak dua kali lipat dari tarif Spotify per streaming. Kedua perusahaan mengenakan tarif yang sama, namun Apple tidak menawarkan layanan berbasis iklan.

Tidak seperti Spotify, Apple tidak memiliki layanan gratis yang memungkinkan siapa pun mendengarkan musik dengan iklan. Apple tidak pernah mengungkapkan statistik pengguna aktif bulanan. Namun diperkirakan ada sekitar 72 juta pelanggan Apple Music pada Juni 2020. Jika Apple Music terus tumbuh sekitar 30% hingga 40% per tahun, perusahaan dapat melampaui 100 juta pelanggan berbayar pada tahun 2021.



Simak Video "Spotify Hadirkan 'Greenroom', Layanan Pesaing Clubhouse"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)